BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat.  Saat ini berada di Rp14.089.  Menyikapi hal tersebut Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan berdasarkan arahan Bank Indonesia pusat menyampaikan bahwa menguatnya dolar adalah dampak Trade war AS dan Tiongkok, politik di Eropa, semua investor menarik investasi kembali ke dolar AS (safe heaven ccy).

Maka BI berupaya untuk menekan dolar dengan berbagai upaya diantaranya komitmen dan fokus kebijakan BI jangka pendek pada memperkuat stabilitas ekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah.



 BI siap menempuh kebijakan lanjutan utk pre-emptive, front loading, dan ahead the curve thd perkembangan baru arah kebijakan the Fed dan ECB pada RDG 27-28 Juni yad.

"Kebijakan lanjutan tersebut dapat berupa kenaikan suku bunga yang disertai dengan relaksasi kebijakan LTV untung mendorong sektor perumahan," kata dia kepada Lampost.co, Minggu (24/6/2018).

Selain itu,  menerapkan lebijakan intervensi ganda, likuiditas longgar, dan komunikasi  intensif tetap dilanjutkan. "Koordinasi BI, Pemerintah, dan OJK terus dipererat," paparnya. 

BI meyakini ekonomi Indonesia, khususnya pasar aset keuangan, tetap kuat dan menarik bagi investor, termasuk investor LN.  "Stabilitas terjaga dan pertumbuhan akan meningkat, " ujarnya. 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR