BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandar Lampung bersama pemerintah Kota Bandar Lampung tengah menggodok sejumlah rancangan peraturan daerah untuk dijadikan program pembentukan peraturan daerah (Perda) pada 2018.

Ketua Bapemperda Imam Santoso mengatakan setidaknya ada 13 Raperda yang diusulkan untuk dijadikan Perda. Dari jumlah tersebut, delapan merupakan Raperda usul inisiatif DPRD, diantaranya Raperda tentang pengendalian pengawasan minuman beralkohol; kawasan tanpa rokok; perlindungan perempuan; perlindungan konsumen; perubahan Perda Nomor 14 Tahun 2018 tentang tatacara perizinan reklame; pemungutan pajak secara e-biling atau online atau komputerisasi yang terpadu atau terintragasi; penataan rumah indekos; dan perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan pendidikan.



Sedangkan lima perda sisanya merupakan Raperda prakarsa eksekutif, diantaranya Raperda tentang rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang rencana tata ruang (RTRW) Kota Bandar Lampung 2011-2030; perubahan atas Perda Kota Bandar Lampung Nomor 3 Tahun 2014 tentang penyertaan modal pada PT. BPR Syariah Kota Bandar Lampung; perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Bandar Lampung tahun 2016-2021; dan rencana pembangunan industri kota (RPIK) Kota Bandar Lampung.

Imam menargetkan seluruhnya Raperda itu dapat selesai dan segera disahkan menjadi perda. "Untuk inisiatif dewan kan sudah empat Raperda yang dalam pembahasan, tapi saya lupa yang mana saja empat itu," kata Imam kepada Lampost.co, Minggu (8/4/2018).

Dia mengaku sebagian besar anggota DPRD saat ini tengah sibuk, mengingat menjelang pilihan legislatif. Namun demikian pihaknya menargetkan Raperda tersebut rampung semua. "Kan pada sibuk, inikan tahun politik, kita usahakan delapan perda itu kelar, ini kan masing-masing dewan banyak kegiatan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR