WAY KANAN (Lampost.co) -- Mapolres Way Kanan menggelar ekspos hasil kegiatan Operasi Waspada Krakatau 2018 dari 15 - 28 November 2018 dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang Natal 2018 dan tahun 2018 di wilayah hukum Polres Way Kanan, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan, Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro, saat melaksanakan ekspose hasil kegiatan Operasi Waspada Krakatau 2018, di Kantor Mapolres setempat, Selasa (4/12/2018).



Pada kesempatan itu, Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro, menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Waspada Krakatau 2018 bertujuan mengetahui secara dini, kemungkinan adanya kejahatan teror bom, penyalahgunaan senpi dan handak yang meresahkan masyarakat, serta jaringan teroris yang ada di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Untuk diketahui, hasil Operasi Waspada Krakatau 2018 selama 14 hari berhasil mengungkap 5 target operasi (TO) tempat, 1 non TO tempat, 5 non TO barang berupa senpi dengan 6 butir amunisi, 2 non TO tempat.

Sementara itu, berkat anggota Polres Way Kanan dan jajaran melakukan tindakan preventif berhasil mendapatkan lima pucuk senpi rakitan terdiri dari dua jenis laras panjang dan tiga jenis revolver berikut 6 butir amunisi aktif yang diperoleh secara sukarela dari masyarakat Kampung Kota Dewa, Kecamatan Buay Bahuga; Kampung Bumibaru, Kecamatan Blambangan Umpu; Kampung Tiuhbalak, Kecamatan Baradatu; Kampung Bumijaya dan bukaan guswan HTI Kawasan Register 44 Kecamatan Negarabatin , Kabupaten Way Kanan dan pengakuan warga memiliki senpi rakitan untuk menjaga diri.

Selain itu, Kapolres Way Kanan menghimbau kepada masyarakat yang memiliki senjata api dan amunisi aktif, lebih baik diserahkan kepada pihak kepolisian atau babinkamtibmas yang berada di kampung setempat.

Pelaku akan dijerat menggunakan Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Selanjutnya mengenai tindak pidana, Tim Satgas Anti C3 (curat, curas dan curanmor) serta narkoba selama satu bulan terakhir dari November 2018 berhasil mengungkap 25 kasus yang terjadi dari curat 2 kasus, curas 3 kasus, curanmor 8 kasus dan narkoba sebanyak 6 kasus. Jumlah tersangka yang berhasil diamankan selama November 2018 sebanyak 14 orang tersangka dengan rincian curat 2 orang, curas 2 orang, curanmor 10 orang dan narkoba sebanyak 9 orang dengan kategori 8 tersangka pengedar dan 1 tersangka penyalahgunaan.

Sejumlah barang bukti (BB), berhasil disita berupa sembilan unit kendaraan sepeda motor berbagai merek, 1 unit kendaraan truk, 1 unit handphone, 1 buah kunci leter T dan narkotika yang diduga jenis sabu seberat 3,89 gram dan 1 (satu) tablet warna orange diduga narkotika gol I.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR