BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol memiliki beberapa kenangan ketika dirinya bertugas di Bumi Ruwai Jurai sejak agustus 2017 hingga saat ini, khususnya dari beberapa permasalahan baik Kamtibmas maupun perkara pidana umum dan khusus.

Menurutnya, masyarakat Lampung paling senang jika polisi ada di mana-mana, turun dan saling sapa dengan masyarakat. Kemudian, kejadian seperti konflik antar warga, hingga pembunuhan, Yoyol segera menyambangi lokasi tersebut. Tujuannya, menurunkan tensi ketegangan dan menciptakan Kamtibmas, namun perkara tersebut tetap ditangani.



"Seperti penembakan di Mesuji yang saya langsung ke sana. Ada 9 jam, baru sampai ke sana, sama yang tukang tambal ban dengan warga di Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Jadi saya harus cepat ke sana, terus langsung di tangani. Jadi tanggapan Lampung itu keras, tidak sama sekali, warganya baik-baik, dan senang kalau polisi turun," ujar Yoyol yang akan menjabat sebagai sebagai Karo RBP Srena Polri dalam waktu dekat, pada Minggu (18/11/2018).

Tak lama lagi dalam waktu dekat, Jabatan Yoyol digantikan oleh Kapolda Banten saat ini yakni, Brigjenpol Teddy Minahasa Putra. Yoyol berharap, Tedyy nantinya juga sigap dalam merespon setiap masalah yang ada dan dialami masyarakat. Yakni, lansung turun ke ke lapangan atau respon cepat ketika ada perkara yang urgensinya besar, karena masyarakat butuh polisi yang bisa bertatap muka langsung. Kemudian penguatan pembinaan internal bersama dengan Kabid Propam Polda Lampung, sebagaimana tupoksi dari Wakapolda.

"Saya harap nanti Wakapolda yang baru cepat beradaptasi. Bisa langsung turun ke masyarakat, dan juga membangun komunikasi dengan anggota," kata alumnus Akabri 1989 itu.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR