BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jembatan penghubung antara kelurahan Kotakarang dan Pulau Pasaran akhirnya mengalami ambrolnya, pada Minggu malam (17/6/2018), sejak dioperasikan pada akhir 2013.
Ketua RT 09 Pulau Pasaran,Subur, mengatakan banyak faktor yang menyebabkan jembatan tersebut ambrol.Mulai dari tingginya volume kendaraan, hingga berat beban material dan lain-lain yang  lalu lalang.Namun, faktor siginifikan yakni ada perbedaan tinggi tiang pancang, jadi penyebab amblasnya beberapa titik sehingga kondisi jembatan memiliki ketinggian yang berbeda hingga beberapa titik mengalami amblas dan menyebabkan patahan.
Pada pembuatan tahap pertama sepanjang 85 meter, tinggi pancang yakni 7,25 meter. Kemudian pembangunan tahap dua dengan panjang sekitar 100 meter tinggi pancang tiang hanya 6 meter, dan pembangunan tahap tiga dengan panjang juga sekitar 100 meter tinggi pancang kembali menjadi 7,25 cm.
Namun pemantauan Lampost.co, di lapangan, dari titik awal retakan (pembanhina tahap II) panjangnya hanya sekitat 50 meter, begitu pun titik tahap ketiga juga hanya sekitar 50 meter. Kemudian tepat di belakang patahan, juga masih ada retakan yang berpotensi amblas."Jembatan ini penting, buat mobilisasi ekonomi masyarakat, buat urgen kalau ada warga yang sakit sama melahirkan, sama untuk pendidikan, anak sini yang mau lanjut smp-sma, dulu semuanya harus naik perahu, makan waktu dan biaya," ujarnya, Senin (18/6/2018).

Untuk saat ini warga sudah membuat akses darurat dengan menggunakan beberapa lembar papan yang dipaku, sebagai akses darurat. Namun, ia juga berencana untuk melakukan perbaikan bersama warga menggunakan material.
"Tadi keliling toko besi, cari besi sama semen, tapi pada tutup, jadi belum bisa kami perbaiki," katanya.Ia berharap Pemerintah juga bisa melakukan perbaikan permanen pada jembatan tersebut.
Sementara Budi, salah satu warga pulau pasaran yang juga pedagang di dekat jembatan mengatakan pada saat kejadian amblas, ada seorang warga Jalan teluk Bone, Cungkeng, Kotakarang bernama Kamarudin hampir menjadi tercebur."Semalam itu kama bawa becak anaknya naik. Nah, hampir kecebur anaknya sempat lompat," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR