JAKARTA (Lampost.co)--Ini dia aturan baru yang harus diperhatikan bagi anggota kepolisian. Kepala SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto memastikan bakal membenahi sistem penilaian personel, sebagai catatan kinerja pemenuhan karir. Selain prestasi, aspek kesehatan juga menjadi poin penting. 
"Kedepan kita akan buat itu (catatan kinerja) berpengaruh untuk proses karir," kata Arief di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/3/2018). 
Dalam kepemimpinannya, pembinaan karir di seluruh jajaran Korps Bhayangkara bakal diperketat. Arif  menerapkan skema skor dalam sistem informasi personel, untuk menentukan layak atau tidak anggota Polri mendapat promosi jabatan maupun kenaikan pangkat. 
Sistem informasi personel juga merekam catatan kesehatan. Untuk berat badan misalnya, kata Arief, Polri punya standar khusus bagi perwira untuk bisa ditempatkan sebagai kepala polisi resor (Polres). 
"Ya, nanti saatnya dari status kesehatan (masuk sistem informasi). Overweight enggak cocok jadi kapolres, cocoknya jadi dalang," ungkapnya. 

Sistem informasi personel juga bakal mencatat rekam jejak kesalahan personel yang dilakukan selama menjadi anggota Polri. Menurut Arief, cacatan tersebut bakal menjadi pertimbangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meluluskan kandidat bila terjadi mutasi atau personel yang pensiun. 
"Semua akan tercatat, terekam, apalagi kesalahan. Kesehatan asmani juga akan di masukan dalam sistem itu sehingga ketika Kapolri akan melakukan pertimbangan karier itu (catatan) akan muncul kan. Jangan sampai nanti kapolda baru presentasi terus pingsan dan gagal seperti kejadian Irwasda di Lampung," beber Arief. 
Seluruh personel Polri diwajibkan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas. Ganjaran percepatan kenaikan karir bakal diberikan bila skor penilaian terus meningkat. 



"Seorang berprestasi, tahu-tahu kepeleset nilainya bisa berkurang. Misalnya sudah sampai 400, si A dan si B, si B melakukan pelanggaran, dikurangi 50 jadi 350 nah untuk ngejar (skor) lagi jauh," tuturnya. 
Arief menegaskan tak akan menoleransi bagi setiap perosnel Polri yang kedapatan memiliki dosa ketika menjalankan tugas. Terlebih, Polri bakal memastikan jabatan strategis akan diisi sosok personel dengan rekam jejak yang baik.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR