KOTABUMI (Lampost.co) -- Rendahnya produktivitas hasil panen lada di tambah faktor harga di pasaran yang tidak sebanding dengan hasil panen, menjadikan petani di Lampung Utara (Lampura) melakukan alih komoditas pada areal lahan lada.

Rozali salah satu petani lada di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Sungkai Barat, Lampung Utara, Minggu (6/5/2018) mengatakan produktivitas hasil panen lada di areal lahannya seluas 1 hektare (ha) cukup rendah di akhir 2016 lalu. Hasil panen hanya di peroleh sekitar 1 kwintal biji lada, sementara produktivitas lada di tahun sebelumnya di dapat hasil sekitar 8-9 kwintal biji lada.



Baca Juga:

Alih Komoditas, Luas Areal Lada di Lampura Terus Berkurang

Angka tersebut, kata dia, tidak sebanding dengan harga lada di tingkat tengkulak yang di beli berkisar Rp33.000-34.000 per kilo biji basah.

"Panen lada tergantung kondisi musim. Dengan harga Rp33.000 per kilo ditambah rendahnya produktivitas hasil panen, maka pendapatan yang di terima petani rendah," kata dia.

Dengan kondisi saat ini, lanjut dia, wajar banyak petani lada yang beralih komoditas ke singkong dengan pertimbangan biaya modalnya rendah, sementara harga jual saat ini cukup tinggi berkisar Rp1.500 per kilonya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR