BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Satu dari dua buronan paling dicari oleh Kejaksaan Negeri Way Kanan ditangkap tiga tim gabungan intelijen Korps Adhyaksa Lampung. Terpidana atas nama Reza Mustika Nyunyai ditangkap, sementara satu lagi terpidana atas nama Rajip Putra Nyunyai masih buron. Keduanya merupakan buronan yang paling dicari Kejari Way Kanan lantaran melarikan diri dari proses hukum yang tengah dijalani keduanya meski telah divonis 7,5 tahun penjara. 
Kedua kakak beradik ini divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan program bantuan sosial peningkatan mutu pembelajaran teknologi informasi dan Komunikasi (TIK E-Learning) untuk Sekolah Dasar (SD) tahun 2014.
Keduanya dinyatakan bersalah melakukan, turut serta melakukan sengaja melawan hukum memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang merugikan merugikan keuangan negara, jelas hakim ketua Siti Insirah di persidangan tanpa terpidana belum lama ini.
Majelis sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum dan mengabulkan pasal dalam tuntutan jaksa pasal 2 dan juncto pasal 18 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Vonis itu sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum Idwin Saputra yang menuntut keduanya dengan pidana penjara 7,5  tahun penjara. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda terhadap keduanya berupa denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan. Hakim juga meminta Rajiv dan Reza mengganti uang kerugian negara senilai Rp588 juta selama satu bulan dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka Jaksa berhak melelang harta benda keduanya.


 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR