BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebelum menikah banyak hal yang harus disiapkan, tidak hanya berupa materi, persiapan kandungan juga penting dilakukan bagi pasangan yang ingin segera mendapat momongan setelah menikah. Sehingga ketika ada penghambat, atau hal-hal yang mempengaruhi kehamilan bisa segera diatasi.

Dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Taufikurahman mengatakan, persiapan sebelum menikah ada namanya konseling pranikah yakni meliputi emosial, kesiapan, dan sebagainya. Dari sisi kesehatan pesiapan sebelum menikah perlu dilakukan juga pemeriksaan kesehatan secara umum, kemudian lebih spesifik pemeriksaan kesehatan yang menyangkut alat reproduksi.



"Pertama pemeriksaan kesehatan umum dulu, mulai dari penyakit yang ada di dalam tubuh, penyakit menular, infeksi dan sebagainya baru kemudian lebih spesifik lagi ke kesehatan reproduksi," kata Taufik kepada Lampost.co.

Menurutnya, karena belum menikah pemeriksaan tidak bisa dilakukan secara mendetail, hanya secara umum tentang reproduksi untuk melihat apakah ada faktor yang menghambat kehamilan, atau tidak.

"Ya nanti akan ditanya dulu, apa mau langsung punya anak, atau mau ditunda terlebih dahulu. Kalau mau segera hamil, maka periksa kesehatan reproduksi," kata dia.

Pemeriksaan kesehatan reproduksi yang pertama adalah darah, kemudian pemeriksaan labolatorium, yakni apakah ada penyakit yang menyumbat sel telur, atau parasit yang menyebabkan sulit hamil.

"Satu persatu dilakukan pemeriksaan organ tubuh normal atau tidak. Pemeriksaan indung telur sendiri, rahim sendiri," kata taufik saat ditemui di ruang Delima RSDAM.

Pemeriksaan tersebut dilakukan salah satunya juga untuk melihat apakah ada penyakit gentik seperti diabetes, kecacatan, atau penyakit menular lain.

"Idealnya dilakukan pemeriksaan sebelum menikah, tapi ini belum lazim, kadang mereka takut setelah pasanganya tahu jadi batal, atau malah jadi down," ungkap dia.

Sedangkan waktu pemeriksaan sebelum menikah itu sendiri pada dasarnya tidak ada batasan waktu paling ideal, akan tetapi disarankan sebelum menikah sudah mengetahui hasilnya. Misalnya tiga bulan, atau dua bulan sebelum pernikahan.

"Kalau batasan ideal tidak ada, karena statusnya masih nona pemeriksaan hanya dilakukan di luar, tidak bisa dari dalam," tutupnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR