JAKARTA (Lampost.co) -- Ketika mudik menggunakan kendaraan khususnya mobil, kemacetan panjang merupakan hal yang biasa dan pastinya sarana hiburan di dalam mobil sangatlah dibutuhkan untuk mengatasi rasa bosan karena kemacetan dan perjalanan yang panjang ke kampung halaman.

Dengan alasan itu, terkadang pemilik mobil akan melakukan perbaikan atau bahkan membeli perangkat audio baru mengganti perangkat audio bawaan pabrikan. Kendati demikian, budget yang dibutuhkan untuk membeli perangkat audio baru dengan merek-merek terkenal pastinya akan merogoh kocek dalam.



Salah satu solusinya adalah membeli perangkat audio second atau bekas. Namun, membeli perangkat audio bekas ternyata harus memperhatikan beberapa hal. Seperti diungkapkan Manager Begja Autotronics Yanto saat ditemui Lampost.co di Jakarta, Kamis (7/6/2018). Menurutnya, jika ingin membeli perangkat audio bekas, ada baiknya hanya sebatas membeli amplifier ataupun speaker saja.

"Jika Head Unit (HU) itu kita tidak rekomendasikan untuk membeli secara bekas ya. Kita harus siap dengan resiko kalau beli Head Unit bekas, karena kita tidak tahu pemakaian sebelumnya seperti apa, karena ketika dijual kembali pastinya sudah dipoles lalu terlihat bagus. Jadi barang itu bagus tetapi setelah dipakai dua atau empat bulan bermasalah," ungkapnya.

Namun, lanjut dia, jika kita mengetahui histori dari Head Unit tersebut seperti membeli dari teman atau saudara tidak masalah. "Menurut saya, untuk membeli produk audio bekas itu jangan di TV atau Player. Tapi kalau kita mengerti histori pemakaiannya sih tidak masalah," ucap dia.

Adapun ketika membeli perangkat audio bekas seperti speaker, Yanto menyarankan agar kita mengerti satu trik tertentu untuk melihat apakah speaker itu masih bagus atau tidak. "Lihat dari cone-nya apakah sudah turun atau tidak, tetapi paling ideal itu di tes, suaranya sember atau tidak. Tapikan pastinya kita punya feeling jika barang itu bagus atau tidak," ungkapnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR