JAKARTA (Lampost.co)--Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai kinerja perekonomian Indonesia berdasarkan lapangan usaha menunjukkan pencapaian yang baik sepanjang 2018.

Arif Budimanta menegaskan sektor industri masih mampu menjadi penopang perekonomian nasional dengan mencatatkan pertumbuhan 4,25% serta memberikan kontribusi sebesar 19,82% terhadap PDB 2018. “Sektor Industri berkinerja, baik kendati masih perlu dioptimalkan,” katanya.



Pernyataan Arif Budimanta dilontarkan beberapa saat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi nasional 2018, Rabu (6/2/2019). BPS mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018 tumbuh 5,17%. Sementara pada kuartal IV-2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,18% atau lebih baik dari kuartal ketiga sebelumnya yang sebesar 5,17%.

Pertumbuhan sebesar 5,17% pada 2018 juga menjadi pencapaian tertinggi pemerintahan Joko Widodo selama empat tahun terakhir. Pada 2015, pertumbuhan ekonomi 4,88% dan pada 2016 menjadi 5,03%. Pertumbuhan meningkat lagi pada 2017 menjadi 5,07%. “Kami melihat pengelolaan ekonomi oleh presiden Joko Widodo kian hari kian membaik di tengah tekanan ekonomi global yang sangat berat dan terus membesar,” ujar Arif.

Arif juga menyoroti sejumlah sektor industri yang tumbuh double digit sepanjang 2018. Industri pengolahan tembakau naik 12,06%, industri tekstil dan pakaian jadi naik 10,82%, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki berkembang 12,10%. “Ketiga sektor industri ini menyerap tenaga kerja yang sangat besar dan banyak menggunakan bahan baku dalam negeri. Jadi ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian,” katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR