NEW YORK (Lampost.co)-- Peran perempuan dan pemuda penting dalam membangun perdamaian. Hal ini terus disuarakan Indonesia, termasuk dalam kapasitas sebagai Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB). 
 
Indonesia resmi memulai Ketua DK PBB sejak 1 Mei lalu.  "Indonesia secara terus menerus ingin mengarusutamakan perempuan sebagai agen perdamaian," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada awak media, di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (7/5/2019).  
 
Menurut Retno, Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan peran perempuan tersebut. Berbagai upaya yang dilakukan antara lain, memberikan pelatihan untuk kaum perempuan Palestina yang tinggal di kamp pengungsi. 
 
"Kemudian kita untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, Indonesia menginisiasi dan menjadi tuan rumah untuk pelatihan diplomat di Asia Tenggara," tutur dia. 
 
Menlu Retno menambahkan, langkah ini diambil agar perempuan bisa berkontribusi banyak untuk perdamaian dunia. Selain itu, imbuh dia, Indonesia juga mengirimkan personel perempuan sebagai bagian dari Operasi Penjaga Perdamaian PBB. 
  
"Jumlah personel perempuan kita makin meningkat, yakni menjadi 100 orang dari 3.080 personel penjaga perdamaian PBB dari Indonesia," terang dia. 
 
Angka ini membuat Indonesia menjadi negara ke-8 teratas pengirim pasukan penjaga perdamaian terbanyak dari 124 negara.  Sepanjang Mei ini, Indonesia di posisi Presiden DK PBB mengambil tema Peacekeeper Operation. Dengan tema ini, diharapkan komunitas global dapat melihat Indonesia sebagai solusi perdamaian bagi permasalahan dunia.   
 
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR