BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--E-Commerce Indonesia menyumbang 1 dolar Amerika Serikat dari tiap 2 dolar AS yang dibelanjakan di Asia Tenggara. Artinya, e-commerce Indonesia telah menyumbang 50% transaksi belanja online (daring) di kawasan tersebut. Nilai itu merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. 
Hal itu diungkapkan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kemkominfo, Septriana Tangkary, dalam sambutannya saat membuka Forum Sosialisasi Pasar Digital dan Peningkatan Ekonomi Rakyat di Era 4.0, di Balai Keratun, Pemprov Lampung, Kamis (23/5/2019).
 
Dengan kondisi itu, menurut Septriana, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat memanfaatkan marketplace untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan perkembangan digital yang sangat pesat sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi target pasar. 
"Dengan makin banyaknya UKM yang terlibat dalam ekonomi digital melalui pita lebar, bisnis elektronik, media sosial, teknologi awan, dan platform telepon seluler atau ponsel, UKM dapat bertumbuh lebih cepat dari segi pendapatan dan penyediaan lapangan kerja, serta menjadi lebih inovatif dan lebih kompetitif menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," ujar dia.

Dari segi infrastruktur Kemenkominfo meningkatkan akses internet ke seluruh Indonesia, dari yang di daerah tadinya hanya bisa SMS sekarang bisa menggunakan layanan internet. Proyek Palapa Ring sudah sampai ke Indonesia bagian timur. 
Forum Sosialisasi Pasar Digital dan Peningkatan Ekonomi Rakyat di Era 4.0 digelar Kemenkominfo untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pemanfaatan e-commerce serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM Indonesia yang menyasar para pelaku di seluruh Indonesia. 



Narasumber lain dalam kegiatan itu, yakni Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Satria Alam, Wakil Ketua Umum Bidang Koperasi, UKM, Ekraf, dan Start Up Kadin Lampung Romy J Utama, serta perwakilan e-commerce Bukalapak Didi Nofantoro. 

Didi Nofantoro dari Bukalapak pada forum sosialisasi ini memaparkan tip dan trik agar produk umkm lebih berkualitas sehingga bisa meningkatkan nilai jual produk di markerplace. 

Wakil Ketua Kadin Lampung Romi Junanto Utama mengatakan bisnis online sangat terbuka sebab  jika membuka bisnis  offline,  cost yang dikeluarkan cukup tinggi baik membayar outlet,  disain toko dan biaya pegawai. 

"kalau buka toko,  kalau 10-100 toko dengan market place buka lapak itu nggak ada biaya nya, " kata dia. 

Secara teknis, pemain online perlu mempelajari dua hal , yakni yang pertama story telling terkait produknya. "Harus dikedepankan storynya.  Dan kemampuan potografi juga harus diasah sehingga gambar yang ditampilkan dapat memikat konsumen, " ungkap dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR