JAKARTA (Lampost.co)-- Duta Besar RI untuk Bolivia Marina Estella Anwar Bey, saat menyerahkan surat kepercayaan (letter of credence) kepada Presiden Bolivia Evo Morales Ayma, menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan hubungan bilateral dengan Bolivia. Penyerahan surat kepercayaan oleh Dubes RI kepada Presiden Bolivia itu dilaksanakan di Palacio de Gobierno del Bolivia, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Lima yang diterima di Jakarta, Kamis (3/1/2019).
 
Setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Morales, Dubes Marina diterima secara khusus untuk pertemuan bilateral singkat. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Marina menegaskan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral RI-Bolivia dan melihat peluang besar untuk meningkatkan kerja sama kedua negara.
 
Untuk itu, dia mengusulkan pembentukan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) RI-Bolivia antara Kementerian Luar Negeri kedua negara untuk membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama guna meningkatkan hubungan serta menyusun langkah-langkah terukur untuk mencapai target hubungan kedua negara.
 
Terkait kerja sama dalam forum internasional, Dubes RI menyampaikan apresiasi atas dukungan Bolivia terhadap keanggotaan tidak tetap Indonesia pada Dewan Keamanan PBB serta mengharapkan dukungan Bolivia atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022, yang pemilihannya akan dilakukan dalam sidang umum PBB ke-74 pada November 2019 di New York, Amerika Serikat. Selanjutnya, pemerintah Indonesia akan secara aktif mempromosikan "people to people contact" antara kedua negara melalui berbagai inisiatif, seperti pendidikan dan budaya melalui skema beasiswa Dharmasiswa dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
 
Selain itu, Bolivia pun dapat mengusulkan inisiatif lainnya selama usulan tersebut menguntungkan kedua pihak.  Secara khusus, Dubes Marina pun menyampaikan Indonesia secara unilateral telah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia selama 30 hari kepada warga negara Bolivia berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 21 Tahun 2016.
 
Terkait hal itu, pemerintah Bolivia diharapkan dapat secara resiprokal menerapkan pengaturan visa yang sama terhadap warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke Bolivia.  Dubes RI menekankan bahwa pemberian bebas visa itu dapat meningkatkan kerja sama kedua negara, terutama di bidang ekonomi.

Menanggapi hal itu, Presiden Morales mengharapkan agar kedua negara dapat mengorganisasi dan mengidentifikasi langkah efektif untuk membahas peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Bolivia. Terkait dukungan Bolivia atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM periode 2020-2022, pemerintah Bolivia akan menyampaikan posisinya pada kesempatan pertama melalui Kementerian Luar Negeri Bolivia.



 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR