INDONESIA mengecam keras aksi kekerasan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Terlebih kekerasan dan serangan ini terjadi di awal bulan Ramadan. 
 
"Memasuki bulan suci Ramadan, Indonesia mendesak agar semua bentuk kekerasan dihentikan," ungkap Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan resmi yang dilansir di akun Twitter @Kemlu_RI, Senin (6/5/2019). 
 
"Kekerasan-kekerasan seperti ini terjadi akibat berlanjutnya pendudukan ilegal Israel di wilayah Palestina yang telah memakan korban jiwa dan kesengsaraan bagi penduduk sipil Palestina," lanjut Kemenlu. 
 
Tidak hanya dari pemerintah, PP Muhammadiyah juga mengeluarkan pernyataan senada. Mereka mengecam aksi kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza tersebut.
 
Sedikitnya 19 orang meninggal dunia di Jalur Gaza dan empat lainnya di Israel dalam pertempuran kedua kubu yang disebut-sebut sebagai paling serius sejak perang 2014. 
 
Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi adanya 19 korban tewas akibat serangan udara Israel. Dari 19 korban tewas itu, terdapat seorang ibu hamil dan bayi berusia empat bulan. Militer Israel belum mengeluarkan komentar resmi mengenai klaim kematian tersebut.
 
Kementerian Dalam Negeri Israel menyebut target serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Gaza adalah kantor intelijen dan keamanan Hamas. Di Gaza, sebuah bangunan milik kantor berita Anadolu asal Turki hancur terkena serangan udara.
 
Peluncuran roket dari Gaza dan serangan udara Israel dilaporkan terus terjadi hingga Minggu malam waktu setempat.   
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR