JAKARTA (Lampost.co)--Indonesia Hygiene Forum, wadah kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hidup sehat dan higienis yang diprakarsai PT Unilever Indonesia, diluncurkan di Jakarta, Senin (23/4/2018).
Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Hemant Bakshi, mengatakan rendahnya kepedulian masyarakat akan pentingnya kesehatan dan higienitas menjadi perhatian pihaknya.
Data Kementerian Kesehatan menunjukan hanya 20% dari total masyarakat Indonesia yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Rendahnya kepedulian masyarakat merupakan hal yang serius bagi Indonesia. 
"Untuk itu, kami memprakarsai terbentuknya Indonesia Hygiene Forum (IHF)," kata Hemant.
Wadah ini dibentuk untuk komunikasi dan kolaborasi pihak yang terlibat di dalam kesehatan dan higienitas, baik para akademisi, pemerintah, pakar, komunitas, pelaku bisnis dan pihak lainnya, agar bisa bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendekatan edukasi dan ilmu pengetahuan, katanya.
Menurut Hemant, Indonesia Hygiene Forum adalah salah satu perwujudan Unilever Sustainable Living Plan (USLP), sebuah strategi bisnis untuk menumbuhkan bisnis seraya mengurangi separuh dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. 
Salah satu tujuan USLP meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar orang pada 2020, dan IHF merupakan salah satu wujud nyata upaya kami mencapai tujuan tersebut,” ungkap Hemant.
Wani Devita Gunardi, Ketua Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) DKI dan Dokter Ahli Mikrobiologi Klinis mengatakan  meningkatkan kesadaran untuk hidup lebih higienis dan sehat sangat penting.
Salah satunya didasarkan pada data Ditjen P2P tahun 2016 yang menyebutkan, masih terdapat 6,8 juta kasus diare di masyarakat Indonesia dan mengancam kesehatan bahkan keselamatan nyawa mereka. 
Angka tersebut masih dapat ditekan jika masyarakat mengetahui penyebab dan cara pencegahan penyakit akibat pola hidup tidak higienis. Bakteri berbahaya ada di sekitar kita, bahkan rumah yang kita anggap bersih, bisa menjadi sumber penyakit. 
"Karena itu dibutuhkan perhatian yang lebih besar untuk mengedukasi masyarakat terkait masalah higienitas ini” kata Wani.
Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes mengatakan edukasi harus menjadi tonggak awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 
Keluhan dan penyakit yang biasa menjangkit mereka, harus bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan agar masyarakat Indonesia bisa memahami hingga akar permasalahannya. 
"Saya berharap Indonesia Hygiene Forum dapat membantu program pemerintah untuk menyosialisasikan bahaya dari pola hidup yang tidak sehat,” katanya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR