JAKARTA (Lampost.co)-- Indomedia Poll secara khusus mengamati caleg yang berasal dari partai-partai nasionalis yakni PDIP, NASDEM, dan PSI di 80 dapil. David Krisna Alka Direktur Eksekutif Indomedia Poll menuturkan menjadi partai nasionalis berarti mencirikan diri sebagai bagian dari perwujudan agenda-agenda kemerdekaan nasional, mendukung nasionalisme serta tidak sekedar jargon melainkan secara progresif menawarkan gagasan (tawaran kebijakan) yang merespon setiap tantangan hidup berbangsa dan bernegara. Selain itu juga diperkuat oleh otentisitas dan konsistensi ketua umum dari ketiga partai ini dalam menyuarakan serta berjuang pada visi-visi kebangsaan. 
 
Ia menilai, dengan memposisikan media sebagai objek pengamatan, maka riwayat hidup caleg dan kiprah serta kerja-kerja nyata yang bersentuhan langsung dengan masalah kebangsaan akan memiliki pengaruh besar bagi pemilih terutama dalam menentukan pilihan di pemilu nanti. 
 
"Karena itu penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis di mana data yang dikumpulkan berupa ucapan dan tulisan, yang diambil dari pemberitaan berbagai media (website dan akun official media sosial masing-masing caleg, pernyataan-pernyataan di media arus utama, serta tanggapan publik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/3/2019). 
 
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Indomedia Poll menemukan tidak banyak caleg yang bersuara dan berani tampil ke publik dengan tawaran-tawaran program maupun visi kebangsaan yang sangat dibutuhkan oleh pemilih. 
 
Temuan lain adalah adanya pertarungan antar caleg nasionalis PDIP, PSI, dan Nasdem yang sudah dikenal dan populer di mata publik di beberapa dapil. Keunggulan dan karakteristik masing-masing caleg yang berbeda dan bertarung di dapil yang sama ini justru akan mempermudah pemilih dalam menentukan pilihan. 
 
Dengan sisa waktu yang ada, kebutuhan mendesak menyajikan informasi profil dan visi kebangsaan dari caleg-caleg nasionalis kepada publik inilah yang mendasari Indomedia Poll melakukan penelitian kualitatif secara mendalam. Kami melihat masih minimnya informasi caleg-caleg nasionalis yang sampai pada publik sehingga patut menjadi perhatian banyak pihak termasuk caleg itu sendiri, partai politik, penyelenggara pemilu, dan media. 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR