BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Mewabahnya difteri di berbagai daerah di Indonesia perlu menjadi renungan para orang tua, apakah sudah cukup memperhatikan imunisasi bagi tiap buah hatinya. Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengimbau para orang tua untuk kembali memerhatikan program dan jadwal imunisasi anak guna menjaga kekebalan tubuh mereka dari berbagai penyakit, termasuk difteri.
"Jadi saya ingatkan untuk semua orang tua melakukan imunisasi, ini hak anak yang harus diberikan," kata Nila usai meninjau pelaksanaan imunisasi tanggap kejadian luar biasa di daerah Cengkareng, Jakarta, baru-baru ini.
Khusus untuk difteri, Nila menekankan pada orang tua untuk memperhatikan jadwal imunisasi pada anaknya karena vaksin DPT-HB-Hib yang salah satunya untuk mencegah difteri, diberikan sebanyak empat kali sejak anak lahir hingga usia dua tahun.
"Kami imbau orang tua untuk perhatikan betul imunisasi tersebut. Sebab imunisasi ini diberikan pada usia dua, tiga, dan empat bulan, diulang lagi 18 bulan," kata Nila.
Setelahnya, imunisasi untuk mencegah difteri juga harus diulang lagi pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah, yaitu pada anak sekolah dasar kelas I, II, dan V.
"Sebab difteri ini antibodinya turun dan selalu kami naikkan kembali. Oleh karena itu harus dilakukan booster dalam hal ini," kata dia.
Nila menekankan pentingnya pengulangan imunisasi mencegah difteri karena kasus penyakit tersebut yang berulang muncul setelah berhasil ditiadakan.
Catatan Kementerian Kesehatan, kasus difteri tidak ditemukan lagi pada 1990 dan baru kembali muncul di 2009. Pada 2013, kasus difteri juga sudah tidak ada lagi dan kembali muncul dengan status kejadian luar biasa pada 2017.

Menularkan Difteri



Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan menyatakan pembawa (carrier) bakteri penyebab difteri bisa saja tetap dalam kondisi sehat. Namun ia berpotensi menyebarkan bakteri tersebut kepada orang lain, terutama balita yang daya tahannya lemah.
"Carrier bisa beredar di mana-mana. Dia tidak sakit, tetapi bisa menularkan," kata Aman, Kamis (14/12/2017).
Oleh karena itu satu-satunya cara mencegah penularan difteri ialah dengan imunisasi. Anak yang sudah mendapatkan imunisasi difteri lengkap pun setelah dewasa masih perlu diimunisasi setiap 10 tahun sekali.
Aman menjelaskan difteri sangat mudah menular melalui udara, yaitu lewat napas atau batuk penderita. Oleh karena itu penderita difteri yang dirawat di rumah sakit biasanya diisolasi dan tidak boleh dikunjungi untuk mencegah penularan. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR