PEMBANGUNAN jalan tol Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi program pembangunan prioritas pemerintah Jokowi-JK periode 2015—2019. Keberadaan jalan penghubung lintas provinsi ini digadang memicu pembangunan setiap daerah yang dilintasi.

UU No. 38/2004 Pasal 44 (1)  tentang jalan menyebutkan jalan tol sebagai infrastruktur vital dan menjadi bagian dari sistem jaringan jalan umum. Tol menjadi lintas alternatif untuk memperlancar mobilisasi barang, jasa, bahkan manusia.



Salah satu ruas tol yang menjadi target proyek infrastruktur Pemerintahan Jokowi-JK 2015 di antaranya pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) Bakauheni—Terbanggibesar. Jalan sepanjang 150 km ini menyerap investasi hingga Rp17,3 triliun.

Usai groundbreaking yang telah berlalu tiga tahun lalu, amat wajar jika masyarakat amat berharap jalur bebas hambatan tersebut dapat dilalui untuk mudik tahun ini. Keberadaan JTTS diharap mampu memperlancar arus mudik dan balik 2018.

Hingga kini, tersisa dua titik lahan belum dibebaskan dari masyarakat. Sebab itu, Pemprov Lampung berupaya menuntaskan pembangunan JTTS Bakauheni—Terbanggibesar. Dengan rampungnya dua titik ini, JTTS dapat beroperasi untuk mudik.

Ruas Bakauheni—Terbanggibesar sepanjang 141 kilometer itu diharapkan bisa membantu mengurai kepadatan arus mudik. Terlebih, Lampung merupakan daerah perlintasan arus mobilisasi pemudik tinggi dari Sumatera menuju Jawa atau sebaliknya.

Dari tahun ke tahun, jumlah pemudik terus meningkat. Secara nasional, jumlah pemudik 2017 mencapai 25,6 juta orang. Di Lampung, jumlah pemudik tahun lalu meningkat pesat mencapai 2,5 juta jiwa dibanding dengan 2016 1,5 juta jiwa.

Pesatnya peningkatan jumlah pemudik tentu berdampak kian padatnya arus kendaraan. Kemacetan kerap terjadi di sejumlah titik perlintasan pemudik. Lebih buruk lagi, arus mudik juga meningkatkan risiko kecelakaan pengguna di jalan raya.

Kementerian Perhubungan mencatat angka kecelakaan selama mudik tiap tahun terus menurun dari 2.941 pada 2015 menjadi 2.601 (2016), dan 2.441 (2017). Keberadaan JTTS digadang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan.

Sebab itulah, kita berharap di sisa waktu yang demikian sempit Pemprov Lampung dapat menuntaskan proses pembebasan lahan tol yang masih minus di dua titik. Dengan begitu JTTS Bakauheni—Terbanggibesar dapat berfungsi keseluruhan untuk mudik. 

PENULIS

Tim Redaksi Lampung Post

TAGS


KOMENTAR