KOPI Lampung telah mendapat predikat sebagai kopi terbaik di Indonesia. Sebab, kopi Lampung memiliki keistimewaan yang berbeda, mulai dari aroma serta cita rasa yang khas. Itu mengapa kopi Lampung juga telah mendunia.

Para petani kopi yang ada di Lampung paling banyak membudidayakan jenis kopi robusta di lahannya. Sebagian besar lahan kopi di dataran tinggi adalah kebun milik rakyat yang terpusat di Lampung Barat dan Tanggamus.



Lampung Barat penghasil utama kopi robusta di Provinsi Lampung dan menjadi pemasok utama produksi kopi untuk ekspor nasional. Kopi robusta menjadi komoditas andalan Lampung Barat dan diusahakan sedikitnya oleh 70% petani di daerah itu. Komoditas emas hitam ini juga terbukti menjadi sandaran utama pendapatan masyarakat selama ini.

Namun belakangan tingkat produktivitas panen kopi petani di daerah itu terus merosot. Salah satu penyebabnya adalah usia tanaman kopi yang rata-rata sudah tua, antara 20 dan 40 tahun. Praktis pendapatan yang diterima petani kopi juga kian menyusut.

Sudah sepantasnya pemerintah turun tangan agar komoditas emas hitam ini mampu menjayakan petani kopi. Pemerintah harus hadir memberikan perhatian pada nasib petani kopi agar kehidupannya menjadi lebih baik serta berkemampuan menyekolahkan anak-anak mereka lebih baik. Jangan sampai nasib petani kopi di Lampung terus saja didera kemiskinan.

Sikap Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang dipimpin Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin mendirikan Sekolah Kopi harus disambut baik. Bahkan, bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya. Melalui sekolah nonformal ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi petani, pelajar, wirausaha, hingga masyarakat umum di bidang pengelolaan kopi.

Sekolah Kopi rencananya didirikan di Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumberjaya. Lembaga pendidikan dan pelatihan ini menjadi tempat terbuka bagi siapa pun yang ingin mendalami tentang budi daya hingga pengelolaan kopi.

Publik berharap pembangunan Sekolah Kopi bukan sebatas pencitraan semata. Namun, sebagai wujud konkret keseriusan pemerintah dalam membangkitkan kembali semangat petani membudidayakan komoditas ini. Instruktur dalam sekolah ini nantinya mestilah berasa dari kalangan profesional dan pelaku usaha kopi.

Dengan begitu, semangat yang melatarbelakangi berdirinya Sekolah Kopi, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat petani melalui peningkatan produksi, mutu, hingga produk olahan dapat tercapai. Jangan ada lagi masyarakat yang menjemur kopi di atas tanah secara asal-asalan. Sudah sepantasnya petani kopi di Lambar cerdas. Tidak memanen tanpa ilmu.

Jangan sampai Lampung Barat yang dikenal sebagai produsen kopi terbesar di Lampung, tapi petaninya tetap saja miskin. Miskin karena tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah. Miskin karena hasil panen tidak memuaskan. Miskin karena harga jual selalu anjlok saat panen. Sementara tengkulak kaya raya.

Sekolah Kopi harus meningkatkan edukasi bagi petani kopi di Lambar sehingga mampu membudidayakan tanaman kopi yang menghasilkan komoditas unggulan. Program Sekolah Kopi ini mesti disambut baik Pemprov Lampung, Pemerintah Pusat, maupun kalangan pengusaha. Termasuk alokasi anggaran agar program ini bisa terus berkelanjutan.

Lewat program ini pemerintah, petani, dan kalangan pelaku usaha bisa bersinergi untuk memajukan komoditas kopi Lampung. Jika budi daya kopi sejak hulu hingga pengelolaan di hilirnya sudah dikemas dengan baik,  ikhtiar menyejahterakan petani bisa segera diwujudkan. Lampung Barat menjadi daerah yang unggul kopinya dan sejahtera petaninya. 

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR