KALIANDA (Lampost.co) -- Pria berambut keriting itu nampak gayeng menata bungkusan plastik berisi ikan cupang. Di rumah geribik ukuran 7x5 meter, dia asyik sendiri menata barang dagangannya ke dalam rak sederhana yang akan diangkut sepeda motor keliling kampung esok pagi. 
Deretan plastik bening yang diikatkan pada rak bambu itu beberapa kali di goyang goyang sembari diajak bermain melalui gerakan tangannya. Plastik bening yang masih kosong ia rapikan ketika mengetahui kedatangan Lampost.co, Sabtu (9/12/2017) malam. 
Pria itu adalah Thomas Suratno (39), warga Trans Jember, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan.Di rumah yang bersebelahan dengan rumah mertuannya,  Ratno (sapaan Thomas Suratno)  tinggal bersama sang istri, Agustina Veni Puspitasari dan seorang putri yang masih duduk dibangku sekolah Taman Kanak Kanak (TK). 
Berdagang ikan cupang ia lakoni sejak tiga tahun lalu. Setiap hari keliling kampung jualan ikan cupang.m.  Sebab tidak ada pekerjaan lain untuk mwnyambung hidup.  Mau tani tidak punya lahan garapan  Jadi inilah satu satunya tumpuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangg, kata Pria kelahiran Kecamatan Bengkunat Lampung Barat 1978 silam. Bagi Ratno, ikan cupang adalah penyambung hidup keluarga. Selain menyambangi lembaga pendidikan SD ke SD maupun madrasah, ia juga kerap berjualan di tempat tempat hiburan pada acara resepsi pernikahan maupun khitanan. 
Dia mengaku tidak mengeluh walau berjualan hingga Panjang,  Bandar Lampung. Semuanya ia lakukan demi anak dan istri.Selain itu juga disisihkan untuk membayar cicilan sepeda motor setiap bulan. Meski terkadang barang dagangannya tidak laku,  dia tidak patah arang untuk menjajakan barang dagangannya keliling kecamatan hingga menjelang petang. Saat konsisi sepi, Ia hanya membawa pulang uang sebanyak  Rp40 ribu. Sedangkan saat kondisi ramai uang sebanyak Rp300ribu bisa ia bawa pulang. Harga ikan cupang bervariasi,  Ada yang saya jual Rp 2.500 per ekor,  ada yang Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per ekor, ujarnya. 
Untuk mendapatkan barang dagangannya, dia mengaku medapatkannya dari seorang pembudidaya ikan cupang di daerah Bandarjaya,  Lampung Tengah. Dengan harga bervariasi  antara Rp1.200 hingga Rp 3.500 per ekor. "Sekali belanja sebanyak 500 ekor itu habis terjual secepat-cepatnya 15 hari dan paling lama 25 hari. Dari jumlah tersebut paling banter 30 ekor yang mati, " ungkap Suratno yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 3 SD tersebut.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR