Bandar Lampung (Lampost.co): Ikatan Keluara Alumni Universitas Lampung (IKA UNILA) menyayangkan atas kejadian yang menimpa kampusnya. Pihaknya meminta agar persoalan tersebut diseleaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Ketua IKA UNILA sekaligus Jaksa Agung RI, HM Prasetyo melalui Ketua Harian IKA UNILA, Prof. Irwan Effendi mengatakan persoalan tersebut harus diselesaikan secara hukum. Hal tersebut juga agar menjadi pelajaran bagi semuanya yang ada di kampus.



"Biarkan polisi yang bekerja. Saya juga sudah berkunjung di Kapolres Pesawaran. Kalau kita dari IKA, sesuai dengan proses di pihak yang berwajib saja," katanya kepada Lampost.co, Rabu, 9 Oktober 2019.

Berita Terkait:  

Ngeri, Ini Hasil Visum Korban Diksar Maut Unila

Sadis, Usai Pingsan Peserta Diksar Mahusa Masih Dihajar

Kemudian ia mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan bantuan hukum bagi yang menjadi tersangka. Justru pihaknya akan memberi bantuan hukum dan mensuport korban sebagai upaya penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kekerasan di dalam kampus bahkan sampai ada korban.

"IKA UNILA jelas melarang adanya kekerasan di kampus, kita menyangkan kegiatan diksar diizini kampus tapi tidak ada dosen yang mendampingi, dulu ketika saya jadi Pembantu Dekan III saya ikut mendampingi, sampe datang di lokasi dan menginap disana untuk memantau jalannya kegiatan," katanya.

Ia mengatakan bahwa kegiatan diksar harus dievaluasi secara menyeluruh sehingga kedepannya tidak ada korban lagi. Ia mengatakan kekerasan tidak boleh dilakukan, ajarkan pendidikan yang santun. Kemudian pihak fakultas dan rektorat harus lebih peduli terkait kegiatan kampusnya.

"Harus dievaluasi, ini kok keliatannya gak ada perhatian dari pihak kampus. Rektorat juga harus bertanggungjawab. Kedepan setiap kegiatan yang ada didalam kampus maupun diluar kampus harus ada pengawasan.  Harus ada dosen pembina juga yang ikut," tutupnya.

Sebelumnya Polres Pesawaran telah menetapkan 17 tersangka kasus diksar maut UKMF Cakrawala Fisip Unila, yang menewaskan Aga Trias Tahta, (19) warga Pringsewu. Polda Lampungpun melakukan supervisi terhadap Perkara yang ditangani oleh Polres Pesawaran itu.

Kemudian sebelumnya juga di Kampus Hijau tersebut ada mahasiswa juga menjadi korban yang diduga di aniaya oleh seniornya saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) UKMF Mahasiswa Hukum Sayangi Alam (Mahusa) di Gunung Betung beberapa waktu lalu. Polda Lampung terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan penganiayaan Diksar UKMF Mahusa Fakultas Hukum Unila, dengan korban RDP. Rencananya, Jumat, 11 Oktober 2019, pihak Polda bakal melakukan pemanggilan terhadap para saksi peserta, panitia, terutama panitia terlapor. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR