DILATARI kepedulian pada para ibu yang berperan di ranah domestik maupun ruang publik, komunitas Institut Ibu Profesional (IIP) dibentuk. Tujuannya memperkuat para ibu dalam mendampingi suami dan mengasuh anak.

Koordinator IIP Lampung Evi Iliyanti mengatakan rumah ibarat taman dan gerbang peradaban yang akan mengantarkan seluruh anggota keluarganya menuju peran peradaban. Dalam kondisi tersebut, ibu menjadi salah satu arsitektur peradaban.



"IIP hadir sebagai sarana peningkatan kapasitas diri perempuan, istri, dan ibu melalui kelas belajar yang disebut matrikulasi sebagai awalan untuk menjadi anggota," kata Evi, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya ada kelas bunda sayang, bunda cekatan, bunda salihah, dan bunda profesional. "Kami juga membuka ruang aktualisasi yang disebut rumah belajar sesuai minat dan bakat anggota," ujarnya.

Rumah belajar yang tersedia, meliputi menulis, memasak, playdate, menjahit, rumah baca, serta divisi sejuta cinta.

Komunitas yang berdiri sejak April 2015 itu terdiri atas perempuan yang berstatus sebagai ibu maupun calon ibu. Bagi yang ingin bergabung, harus mengikuti kelas matrikulasi selama tiga bulan sebagai pengenalan bagi yang bersangkutan.

Anggota IIP berasal dari berbagai daerah, yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pringsewu, dan Sumatera Selatan. Jumlahnya sebanyak 114 orang, 100 di antaranya dari Lampung dan 14 lainnya dari Sumatera Selatan.

Manfaat yang diperoleh anggota yakni mendapat pencerahan dan menambah percaya diri para ibu dalam menjalankan perannya. "Menjadi dokter atau guru dituntut profesional. Begitu pula sebagai ibu," ujarnya.

IIP tidak hanya memberi teori, tetapi juga praktik langsung. Oleh karena itu pembelajaran relatif lama karena harus lulus di semua tahap.

"Sesuai tagline IIP, yaitu ibu profesional kebanggaan keluarga. Jadi parameter kami sebagai ibu profesional adalah keluarga, anak, dan suami," kata Evi.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR