JAKARTA (Lampost.co)--Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat  bekerjasama dengan LPP Arya Medika akan menggelar seminar dan workshop pelatihan akupuntur dan basic life Support (BLS) di RS Husada Jakarta Pusat, pada 22 April mendatang.
IDI Jakarta Pusat juga akan menggelar Jakarta Medical Doctor Forum (JakMD 2018) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat, pada 6 Mei mendatang.
Seminar dan workshop akan ada sesi totok wajah awet muda, akupreser untuk nyeri persalinan, basic life support dan sosialisasi Mobile JKN, kata Ketua IDI Pusat Kemas Abdurrohim didampingi Ketua Panitia Qori Haly.
Menurut Rohim, kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan (PKMK).
Dalam kegiatan seminar dan workshop ini, pihaknya  menekankan pada patient safety standar WHO, dimana peserta akan diajarkan 6 tahap cuci tangan sebelum tindakan, anamnesis yangg benar untuk menghindari kontra indikasi dilakukan pemijatan dan dikenalkan juga beberapa titik akupunktur yg penting yg biasa digunakan untuk nyeri persalinan dan totok wajah. 
"Melalui acara basic life support diharapkan peserta dapat mengenali dan memberikan pertolongan untuk kasus henti jantung, sesak nafas, tersedak, dan lain-lain sebelum pasien dibawa ke Rumah Sakit.
"Topik-topik yang kita pilih pada acara PKMK Forum terfokus untuk membantu kemandirian masyarakat bidang ekonomi dan kesehatan," katanya.
Menurut Rohim, acara ini akan diselenggarakan rutin tahunan dan semesteran serta ada pendidikan lanjutan berupa kursus yang terstandar ataupun kejenjang spesialis bagi dokter.
Materi totok wajah awet muda dan pijat refleksi akan diberikan Kemas Abdurrohim sendiri yang merupakan ahli akupuntur dan pioner berdirinya program spesialisasi akupuntur Pascasarjana FKUI.
Materi akupresser untuk nyeri persalinan akan disampaikan dokter  Hasan Mihardja dan BLS diberikan dokter Hadiki Habib.

Rahim menjelaskan, acara Jakarta Medical Doctor Forum yang (JakMD 2018) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat, Minggu (6/5) merupakan yang ketiga kalinya digelar.
Acara ini  untuk memberikan informasi dan solusi terhadap permasalahan yang berkembang terkait maraknya persoalan seputar masalah-masalah yang timbul di bidang kedokteran.
"Dokter harus melakukan praktik sesuai standar tertinggi berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM)," jeas Rohim.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR