BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung Boy Zaghlul Zaini mengatakan saat ini belum ada kurikulum khusus kesehatan remaja di SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Untuk itu, perlu adanya terobosan dari ppemangku kepentingan untuk memberikan perhatian khusus bagi remaja.

"Jangan sampai ketika baru ada kejadian atau musibah mengenai kesehatan remaja baru semua pihak panik dan saling menyalahkan. Pencegahan melalui pendidikan perlu dilakukan oleh tenaga pengajar kepada siswa-siswinya," kata Boy.



Hal tersebut dilakukan agar para remaja tidak terjerumus kepada kegiatan negatif. "Kurikulum khusus bagus itu untuk para pelajar remaja, kita kan melakukan pendidikan dan pencegahan," kata Boy.

Ia juga mengatakan kesehatan reproduksi (kespro), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan sebagainya harus diberikan kepada anak muda. Ia berpesan remaja memiliki masa depan dan cita-cita. Sebab itu, harus punya tanggung jawab untuk dirinya. Para ppemangku kepentingan harus memberikan informasi yang benar dan tepat jangan sampai anak muda tersesat di jalan yang tidak benar.

"Berilah pemahaman yang benar terkait kesehatan reproduksi. Guru harus siap memberikan penjelasan itu. Guru BP juga jangan hanya jadi polisi sekolah. Tapi harus memberikan pencegahan dan pendampingan," kata dia.

Ia mengatakan kesehatan reproduksi perempuan jangan hanya diterima siswa-siswi jurusan IPA atau Kedokteran saja, tapi semua pelajar harus mendapatkannya. "Masukan pendidikan kesehatan kepada semua anak muda," ujarnya, Jumat (11/1/2019).

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR