BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengundang Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membuka Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ke-28 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2018 di Convention Hall Mahligai Agung, Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL) pada 7-9 Desember 2018.

Presiden Joko Widodo direncanakan akan membuka acaranya. Sementara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla diagendakan hadir untuk menutup menutup Silaknas dan Milad ke-28 ICMI. Selain itu panitia juga mengundang Prabowo Subianto dan mengundang dua Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.



Hal tersebut yang disampaikan dalam kunjungan ICMI di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/11/2018). Rombongan ICMI yang dikomandoi Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie didampingi Mohammad Jafar Hafsah, dan Sugiharto. Hadir juga Ketua ICMI Orwil Lampung Yusuf Sulfarano Barusman dan Sekretaris ICMI Orwil Lampung Khomsahrial Romli.

Menurut Sekretaris Jenderal ICMI Pusat Mohammad Jafar Hafsah, sejauh ini para tokoh yang ikut kontestasi pada Pemilihan Presiden (Pilres) 2019 menyatakan siap hadir di Provinsi Lampung. "Konfirmasi kehadiran kami dapatkan dari Prabowo Subianto, KH Ma'ruf Amin, Sandiaga Uno. Namun untuk Presiden masih menunggu konfirmasi dari Sekretaris Kabinet. Tapi dalam tradisi Silaknas ICMI, Presiden selalu hadir," katanya.

Menurut Jafar Hafsah, konfirmasi kehadiran juga disampaikan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dan Ketua MPR RI Zulkilfi Hasan. Silaknas ke-28 ini menjadi istimewa karena dibarengi dengan deklarasi Ikatan Cendikiawan Muslim se-Asia Tenggara (ICMA) yang dihadiri 11 negara, termasuk Timor Leste. Selain itu, pertemuan tahunan ICMI ini juga dihadiri 1.000 peserta dari seluruh Tanah Air.

Pada Silaknas ini, Prabowo diberi kesempatan tampil pada Pleno III, Sabtu (8/11/2018) dengan tema 'Demokrasi Politik dan Ekonomi Yang Adil, Beradab, dan Bermartabat'. Sedangkan KH Ma'ruf Amin bakal tampil di Pleno IV dengan tema 'Demokrasi Ekonomi Yang Adil, Beradab, dan Bermartabat'. "Semua kandidat Pilpres 2019, diberi kesempatan tampil sebagai gambaran bagi anggota ICMI dalam memahami program kerja mereka," kata Jafar Hafsah.

Pada bagian lain, Ketua ICMI Organisasi Wilayah Lampung M. Yusuf Sulfarano Barusman mengatakan, Silaknas ICMI baru pertama kali digelar di Lampung. Penunjukan Lampung, merupakan upaya memperkenalkan perkembangan dan capaian Lampung di berbagai bidang. "Perkembangan kecendekiawanan di Lampung berkembang pesat. Ini ditandai dengan tumbuhnya berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dalam kurun waktu lima tahun terakhir," kata Yusuf Barusman yang juga Rektor UBL itu.

Selain itu, produk ICMI seperti Baitul Mal Tattamwil (BMT) berkembang sangat pesat di Lampung, bahkan ada yang beromzet ratuan miliar. "ICMI Lampung juga aktif mengawal proses demokrasi, seperti menjelang Pilkada Gubernur 2018, kami memberikan rekomendasi program kerja yang bisa diadaptasi gubernur terpilih berdasarkan masukan dari seluruh cendekiawan," kata Yusuf Barusman.

Momentum Silaknas ini, kata dia, menjadi simbol tumbuhnya kecendekiawanan di provinsi berjuluk Sang Bumi Ruwai Jurai ini. "Lampung akan menjadi pusat pertumbuhan baru di Sumatera dengan selesainya Jalan Tol Trans Sumatera dan peningkatan status Bandara Radin Inten II menjadi internasional," kata Yusuf Barusman yang juga Ketua Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Provinsi Lampung itu.

Rencananya dalam Silaknas tersebut ICMI akan mendeklarasikan pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim Asia Tenggara. Ikatan Cendekiawan Muslim Asia Tenggara ini akan diisi 11 negara. 10 Negara di antaranya anggota ASEAN, satu lainnya Timor Leste. Pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim Asia Tenggara memberikan dampak positif bagi kerukunan umat beragama di Asia Tenggara. Tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga umat agama lainnya.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR