BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) akan menghelat debat ketiga yang akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) pukul 20.00 WIB. Pesertanya adalah calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Adapun debat ketiga mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. 

Menanggapi hal tersebut Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwi) Provinsi Lampung, M. Yusuf Sulfarano Barusman menceritakan para calon harus berkomitmen kepada kualitas. Selanjutnya aksestabiltas pendidikan harus terjangkau oleh semua pihak. Ketertinggal kualitas pendidikan harus segera dibenahi. Dirinya berharap Ma'ruf Amin dan Sandi Aga Uno mengeluarkan pemikiran-pemikiran brilian terkait kebijakan kedepan.



"Masyarakat ingin melihat, apa sih pemikiran cawapres terkait kebijakan dan kondisi pendidikan saat ini. Kita lihat apakah mereka menguasai fakta di lapangan, kemudian seperti apa rekomendasi dan solusi yang ditawarkan. Kita pengen tahu itu," katanya kepada Lampost.co, Jumat (15/3/2019).
Ia mengatakan debat tersebut di sektor pendidikan harus dibahas dengan lebih serius. Ia mengatakan kuncinya para calon menumbuhkan komitmen kepada seluruh anak bangsa terkait peningkatan kualitas.

"Masalah dikita ini seperti keterampilan dan karakter. Hal tersebut dikarenakan tidak ada komitmen kualitas disemua sisi, jadi kita mentolerir kesalahan yang ada," kata Rektor Universitas Bandar Lampung ini.
Kemudian ia mengatakan pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak baik pemerintah dan masyarakat. Kemudian juga ia mengatakan partisipasi masyarakat didalam pendidikan khusunya di swasta masih seperti dipinggirkan. Oleh karena itu semua pihak harus saling mengisi dan mendukung. 
"Kemudian juga fokus kepada perbaikan regulasi. Karena pemerintah sebagai regulator. Oleh karena itu pengelolaan pendidikan harus bisa diberikan otoritas penuh, tidak boleh ada intervensi. Intervensi pemerintah sebatas kebijakan saja," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR