BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Aksi penjambretan tak pernah berhenti di Kota Tapis Berseri, kendati Polresta Bandar Lampung terus menangkap pelaku tindak kriminal tersebut.
Idhfi Rahma Assyifa warga Jalan Re Martadinata, Kelurahan Perawata, Kecamatan Telukbetung Timur, pada Jumat (1/12) lalu menjadi korban penjambretan.
Ia bersama ibunya menjadi korban penjambretan di jalan Wr. Supratman, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, persis di depan Sekolah Taman Siswa, sekitar pukul 15.00 WIB ketika mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo dengan nomor polisi  BE 8609 YX.

Diduga jambret tersebut sudah merencanakan secara matang, pasalnya usai melancarkan aksinya, pelaku kabur melawan arus memacu kencang kendaraannya dari Sekolah Taman Siswa menuju arah Mapolda Lampung, sehingga korban atau masyarakat sulit mengejar pelaku.
"Saya kan boncengan sama mama saya, tiba-tiba dijambret nah kaburnya ke arah Polda, udah saya uber tapi karena verboden kan saya enggak bisa ngebut, sedangkan pelakunya udah lihai gitu, saya uber lewatin Polda sampe ke pertigaan Talang arah ke DPRD kota, udah enggak keuber lagi," ujarnya kepada Lampost.co, Senin (4/12/2017).



Akibat kejadian tersebut Korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta, karena kehilangan barang berharga yakni satu unit HP Xiaomi Mi Max, satu unit HP samsung, uang tunai Rp1 juta, dan berbagai kartu identitas lainnya seperti e-ktp, taspen, askes NPWP dan berkas lainnya.
"Alhamdulillah enggak sampe luka-luka atau jatuh, cuma saya sama mama saya sempat shock gitu," kata gadis berhijab tersebut.
Ia tidak mengetahui  ciri-ciri spesifik para pelaku, namun pelaku dua orang mengendaerai Honda Beat putih list biru, tanpa plat nomor. Kedua pelaku berbadan besar menggunakan helm dan jaket berwarna hitam.

"Awalnya saya sama ibu pulang dari Glael mau ke rumah, dari Bank BI udah agak curiga kayak diikutin pas sampe fotokopian dekat Tamsis, baru dari arah kanan tas langsung ditarik sama pelaku," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR