BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mungkin terdengar sepele,  hanya suasana nyaman yang diinginkan para seniman ketika menggarap karya mural di tembok underpass Unila, Bandar Lampung. Kenyamanan akan menghasilkan sebuah karya lukis mural yang memanjakan mata pengendara dan banyak orang. 

Itulah harapan dari 50 seniman yang tergabung dalam Kuas Lampung. Mereka, adalah  sosok seniman bertalenta, dipercaya oleh Pemerintah Kota setempat, untuk berkontribusi mempercantik Kota Tapis Berseri lewat goresan indah dari kuas cat pada dinding underpass. 



Berita Terkait:  Polisi dan Tokoh Adat  Kompak Jaga Seniman Mural Underpass

Sebelumnya, pada Sabtu pekan lalu suasana normay dan kondusif. Mereka melukis dengan penuh semangat dan percaya diri. Terpacar optimisme, bahwa nantinya, hasil karya mereka dapat dinikmati masyarakat yang melintasi underpass. 

Tapi tak berselang seminggu sejak awal pengerjaan. Beberapa hari lalu,  kenyaman mereka terusik oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan hina para seniman dipukuli hingga beberapa dari mereka pun mengalami luka yang cukup parah. 

Terang saja, insiden tersebut membuat semangat para seniman meredup. Seakan-akan mereka dihantui oleh rasa cemas akan adanya gangguan serupa.

Melihat salah seorang teman mereka yang saat ini masih dalam masa perawatan. Para seniman yang masih dapat melanjutkan pekerjaan melukis mural underpass, tak patah semangat untuk teruskan lukisan sampai benar-benar tersampaikan hasrat mereka lewat lukisan tersebut. 

"Melihat banyaknya pengamanan ada dari Pol-PP,  Kepolisian dan TNI, ya teman-teman sudah mulai nyaman lagi.  Mulai berkarya lagi, meskipun memang rasa cemas karena trauman itu pasti ada,  karena yang kita inginkan ini hanya kenyamanan saja," ujar Damsi, koordinator lapangan Kuas Lampung, Selasa, 17 September 2019. 

Dengan banyaknya dukungan pengamanan yang juga dari masyarakat setempat, seniman-seniman mural underpass bisa lebih konsentrasi kembali.  Menggoreskan kuas cat pada dinding kokoh bangunan fisik pertama di Lampung itu. 

"Karena memang kita semua disini seniman, dan memang untuk kegiatan outdoor seperti ini bukan pertama kalinya, tapi gangguan seperti waktu itu baru pertama kali ini kami terima," ungkapnya. 

Bagi seorang seniman,  menurut Damsi,  pantang untuk memberhentikan begitu saja tanpa ada sebuah hasil klimaks dari sebuah karya. Dengan tetap mengacu pada waktu yang diberikan oleh Pemkot Bandar Lampung, Kuas Lampung yakin pengerjaan mural underpass dapat selesai tepat waktu. 

"InsyaAllah ini bisa selesai tepat waktu, karena kami tetap fokus berkarya aja,  tapi bukan berarti nguber cepat selesai, tidak begitu. Karena ini karya kami juga,  kamu ingin hasilnya sesuai apa diharapkan bersama," tutupnya.   

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR