GEMERLAP lampu menembus pekatnya malam di ruas jalan protokol tak menyurutkan langkah kaki Usman (62), pedagang buah keliling, untuk menyisir jalanan kota demi menafkahi keluarga.

Bapak tiga anak saat ditemui di jalan protokol Jenderal Sudirman, Kotabumi, Senin, 16 September 2019 malam ini mengatakan sebelum berdagang buah keliling, dia mencari nafkah dengan berjualan sayuran di pasar kalangan dari desa ke desa. Hanya saja, warga Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi mengaku pendapatannya kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.



"Sebelum berdagang buah keliling dengan sepeda, saya berdagang sayuran ke desa-desa. Hanya saja, hasil yang di dapat tidak menentu berkisar Rp40 ribu - Rp 50 ribu sehari," ujarnya.

Setelah banting stir sekitar Maret 2019 lalu, dia mulai berdagang buah keliling dengan menjajakan ragam buah seperti pisang, jeruk maupun buah musiman lainnya dengan harga jual bervariasi antara Rp10 - 15 ribu per kantongnya. "Setiap kali berdagang, penghasilan bersih yang di dapat rata-rata berkisar Rp60 - 80 ribu. Bagi saya, pendapatan sebesar itu sudah mencukupi untuk menopang kebutuhan kami sekeluarga," tuturnya.

Dia mengatakan usai melaksanakan salat zuhur, ia mulai berdagang buah mulai dari kediamannya di Kelurahan Kotabumi Udik menuju ruas Jalan Protokol Jenderal Sudirman, Kotabumi. "Setiap hari saya berdagang setelah selesai salat zuhur, menyusuri jalanan kota dan baru kembali ke rumah rata-rata sekitar pukul 21.00 - 22.00. Tapi, bila dagangan saya habis sebelum waktu tersebut, saya sudah langsung pulang mas," tuturnya kembali.

Dari ketiga putri yang ia miliki. Anak paling bungsu masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Sementara kedua dan pertamanya telah menikah dan ikut dengan suami. "Saya bekerja demi keluarga dan inilah satu-satunya usaha yang bisa saya lakoni untuk menafkahi mereka. Di usia senja ini, saya hanya berharap penghidupan anak-anak saya dapat lebih baik," harap dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR