MESUJI (Lampost.co) -- Masyarakat di kecamatan Mesuji Timur Rawajitu Utara dan Mesuji benar-benar mengetahui betapa berharganya setetes air bersih kalau musim kemarau datang.

Berbagai cara dan upaya termasuk menyisihkan sedikit harta sekedar untuk membeli air bersih dilakoni masyarakat hampir setiap tahunnya saat kemarau datang.



Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mesuji tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di puluhan desa yang terkena dampak kekeringan.

Siam (43) warga Desa Pangkal Mas Mulya, Kecamatan Mesuji Timur,  Kabupaten Mesuji, yang berprofesi sebagai petani mengaku saat musim kemarau tiba, biaya hidup otomatis naik.

"Air untuk minum harus beli. Harganya Rp250.000 per 1000 liter, itu cukup digunakan masak dna minum untuk 1 bulan penuh,” ujarnya kepada Lampost.co, Rabu, 11 September 2019.

Untuk mandi, mencuci baju, juga mencuci piring, keluarganya  memanfaatkan air saluran irigasi yang warna dan rasanya sudah berubah dan tidak baik dikonsumsi untuk kesehatan.

Kondisi serupa tak jauh berbeda dengan masyarakat di Desa Wonosari, Mesuji. Keluh kesah yang sama juga terlontar dari  masyarakat di sana. Mereka pun mengalami krisis air bersih.

Tak jarang, bagi mereka yang tidak memiliki cukup uang, maka jauhnya perjalanan harus ditempuh untuk mencari air. Ha; itu harus mereka lakukan jika ingin mendapatkan air.

"Di desa kami tidak separah di Pangkal Mas Mulya. Harga air per 1000 liter adalah Rp150.000. Kami juga bisa mencari air bersih di desa tetangga," tutur Purwoko warga Wonosari.

Seakan belum habis derita masyarakat setempat, nelangsa mereka itu kian diperparah dengan tebalnya debu jalanan yang seolah tidak pernah ada solusinya.

Mereka pun berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah masalah kami disini mengenai air bersih dan debu yang setiap tahun terus datang.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR