KALIANDA (Lampost.co) -- Usai hujan deras beberapa hari lalu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menyebut tanaman seluas 1.630 hektare tanaman padi di wilayah tersebut selamat dari ancaman kekeringan.

Kepala UPTD P3 Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan, hujan yang mengguyur selama dua hari pada Sabtu-Minggu (1-2/9/2018) lalu membuat petani bernafaa lega. Sebab, tanaman padi yang terancam kekeringan mulai mendapatkan pasokan air.



"Hujan deras selam dua hari berturut-turut memberikan angin segar kepada petani di Palas. Sebab, tanama padi mereka mendapatkan pasokan air. Lahan padi yang sudah masuk kedalam data kekeringan dan terancam kekeringan bisa dikatakan selamat. Mudah-mudahan saluran irigasi juga ada airnya," ujarnya, Rabu (5/9/2018).

Menurur Agus, di wialayah Kecamatan Palas luas lahan padi yang terancam kekeringan seluas 1.630 hektare. Sedangkan, lahan yang sudah terdampak kekeringan berdampak kerusakan ringan 437 hektare dan sedang 90 hektare.

"Lahan yang terancam kekeringan dan sudah terdampak semuanya berada di wilayah barat Kecamatan Palas, yakni Desa Pulaujaya, Bumiasri, Bumiasih, Bumirestu, Tanjungjaya, Bumidaya, Baliagung dan Bangunan.  Dimana, usia tanaman berkisar 50 – 80 hari setelah tanam (HST)," katanya. 

Agus menambahkan dari luas lahan yang di Kecamatan Palas seluas 7.200 hektare, terdapat seluas 5.406 hektare sudah ditanami padi. "Jumlah tersebut akan bertambah. Sebab, hingga saat ini masih ada petani yang masih melakukan pen pengolahan hingga penanaman," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR