BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung,  melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat,  merencanakan tahun depan untuk menambah atau menaikkan tunjangan (insentif) bagi guru ngaji, honorer dan lainnya.  

Kepala BPKAD Bandar Lampung, Trisno Andreas, Jumat (7/12/2018), menjelaskan kenaikan insentif tersebut telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Yaitu Guru ngaji Rp2,5 juta dan guru honorer Rp2,6 juta dan itu untuk satu tahun anggaran.  



“Rinciannya yang mengalami kenaikan insentif yaitu untuk guru ngaji dari Rp2 juta menjadi Rp2,5 juta/tahun, guru honorer dari Rp2,4 juta menjadi Rp 2,6 juta/tahun, RT dari Rp1 juta menjadi Rp1,2 juta/bulan, posyandu dari Rp200 ribu jadi Rp225 ribu/bulan, Bhabin dari Rp1,75 juta menjadi Rp 2 juta/bulan, PLKB dari Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu/bulan,” jelasnya.  

Untuk Kader Posyandu, RT, Bhabin dan PLKB angka kenaikannya memang perbulan, namun dalam hal realisasi pembayarannya didapat dalam tiga bulan sekali.  “Untuk yang mengalami kenaikan insentif perbulan pembayarannya dilakukan setiap tiga bulan sekali,” lanjutnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan bahwa insentif untuk guru ngaji dan yang lainnya ditahun depan akan ditingkatkan. Namun dengan catatan bahwa dalam hal kinerja harus ditingkatkan juga.  

Sebab, menurut Herman, pelayanan kepada masyarakat dan kinerja pemerintahan harus diprioritaskan. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR