SETIAP orang pasti punya keinginan dan cita-cita sejak kecil. Cita-cita itulah yang membawa seseorang tumbuh belajar mengikuti jenjang pendidikan yang sejalur dengan cita-cita yang dinginkan. Tetapi, tak sedikit orang yang gagal menggapai cita-cita walau sudah menuntaskan jurusan pendidikan yang dipilih.

Siang itu, langit gelap meredup karena memang mendung akan turun hujan. Ada dua orang sahabat sedang bercakap, yakni Ali dan Rizal.



"Hei, Zal, kayaknya lagi sibuk banget, nih?" tanya Ali. Si Rizal memang tampak sibuk memasukkan ikan-ikan kecil nan cantik dalam wadah plastik. Selang oksigen pun tak lepas dari genggaman tangannya untuk memompa oksigen dalam wadah plastik ikan itu.

"Iya, Li. Ini lagi dapat orderan lagi dari Jakarta, mau dikirim. Sekarang jualan lewat online, lebih banyak jejaringnya," jawab Rizal.

"Wah, lancar sekarang usaha kau. Sudah banyak ya pelanggan? Mekanik bengkel sukses jadi peternak ikan cupang sekarang," kata Ali lagi.

"Alhamdulillah, pelanggan dari berbagai luar daerah sudah percaya kualitas ikan cupang saya. Selain dapat keberkahan dapat penghasilan usaha di rumah, hobi saya juga tersalurkan," jawab Rizal lagi.

Itulah hobi yang membawa keberhasilan, karena tak selamanya jurusan pendidikan yang diambil sejalan dengan pekerjaan hoki yang bisa diraih.

Rizal yang semula ingin menjadi mekanik andal dengan usaha bersekolah mekanik di sekolah teknik mesin. Namun, pada kenyataannya kini dia menekuni hobinya dan malah mendapatkan penghasilan dari hobi itu.

Ikan-ikan cupang yang dia pelihara memang ikan-ikan cupang berkelas dan memiliki harga yang mahal. Sebut saja ikan cupang koi dan ikan cupang superdumbo dengan harga mulai dari Rp100 ribu per ekornya. Dari hobinya itu pun, sedikitnya kini dia memiliki 20 kolam pemijahan dan pembesaran ikan cupang.

Dari percakapan dua orang sahabat tersebut, memang ada benarnya. Terkadang lulusan dari jurusan pertanian malah sukses bisnis berjualan kuliner. Ada lulusan elektro sukses beternak ayam petelur dan masih banyak contoh yang lainnya.

Jadi, dari penilaian saya. Jurusan atau gelar sarjana yang diraih itu mungkin tidak bisa jadi patokan sebuah pekerjaan. Namun, minat dan bakatlah yang bisa membawa seseorang meraih profesi yang sebenarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR