PRINGSEWU (Lampost.co) -- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Provinsi Lampung dan Pertamina menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa rumah makan atau restoran di kabupaten Berjuluk Bumi Jejama Secancanan, Kamis (3/5/2018).

Sidak dipimpin oleh Kabid ESDM Jefry Aldi, dengan anggota Sales Eksekutif (SE) PT Pertamina (Persero) Widhi Tri Adhi Hidayat, dan Kabid LPG Hiswanamigas Lampung Adi Chandra. Sidak diawali dengan mengunjungi restoran Famili Raya, Kamang, Bakso Mie Ayam Wahyu, CV Lezaktu Food Pekon Ambarawa dan pangkalan gas Simbolon Pekon Ambarawa.



Dalam sidak tersebut ditemukan beberapa rumah makan yang masih menggunakan tabung gas 3 kg bersubsidi. Diantaranya restoran Famili Raya ditemukan 17 buah tabung subsidi ukuran 3 kg yang keseharian habis 6-7 tabung. Sedangkan restoran Kamang ditemukan 14 tabung gas ukuran 3 kg dengan pemakaian perhari 4-6 buah.

Untuk rumah makan yang masih menggunakan tabung LPG3 kg, tim sidak menyodorkan surat pernyataan di atas materi bahwa restoran tersebut berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan tabung gas ukuran 3 kg. Rumah makan Bintang Samudra di Pringsewu juga ditemukan 3 tabung gas 3 kg, dalam sehari habis sekitar 3-5 tabung gas.

Kabid ESDM Jefry mengatakan, kunjungan yang pihaknya gelar untuk menggeser pengguna tabung gas 3 kg agar beralih ke tabung gas LPG non-subsidi dan untuk mengantisipasi penyimpangan. "Saya berharap para pelaku industri, komersil, restoran dan transportasi sadar diri dan tidak menggunakan LPG bersubsidi, karena hanya diperuntukkan untuk rumah tangga miskin dan usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM)," ujarnya

Sales Eksekutif (SE) PT Pertamina (Persero) Widhi Tri Adhi Hidayat mengatakan menjelang bulan ramadan penggunaan gas LPG meningkat. "Kami akan meningkatkan pelayanan dengan menambahkan kuota pengiriman sampai 32 persen dari 172.640 metrik ton atau sekitar 180 ribu tabung per hari. Jadi untuk masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan gas LPG," kata dia.

Kabid LPG Hiswanamigas Lampung Adi Chandra menambahkan dalam rangka melakukan pengawasan pendistribusian dan penggunaan gas LPG bersubsidi (tabung 3 kg) di Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu. Banyak ditemukan penyimpangan seperti para pelaku industri dan restoran yang masih menggunakan gas LPG bersubsidi demi meraup keuntungan pribadi. "Pihak pangkalan gas LPG sudah menawarkan tabung gas ukuran 9 dan 12 kg tapi meraka menolak," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR