KALIANDA (Lampost.co) -- Pemkab Lampung Selatan bersama Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung menggelar operasi pasar (OP) secara serentak di dua kecamatan di Lamsel, Selasa (14/8/2018). OP itu untuk menekan kelangkaan tabung gas melon yang terjadu sejak beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, OP itu diselenggarakan di Halaman Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Palas dan Halaman Kantor Camat Way Panji. OP itu dipadati ratusan masyarakat yang hendak membeli tabung gas elpiji bersubsidi itu.



Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Lampung Adi Chandra mengatakan, dalam operasi pasar itu pihaknya membawa sebanyak 560 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram disetiap kecamatan. OP itu bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi tabung gas elpiji yang mengalami kelangkaan.

"Dalam OP itu kami memberikan harga per tabung sebesar Rp16.500. Dimana, satu orang hanya bisa membeli dua tabung gas sekaligus. Selain itu, pembeli wajib melampirkan fotocopy KTP agar penjualan sama rata," kata dia usai OP di Kecamatan Palas, Selasa (14/8/2018).

Adi menjelaskan pemicu terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram diwilayah dua Kecamatan itu disebabkan meningkatnya jumlah pengguna. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak di lapangan, tabung gas dipergunakan petani untuk sebagai bahan bakar mesim pompa air.

"Mudah-mudahan dengan OP ini bisa mengatasi kelangkaan selama ini terjadi," ujarnya. Kami berencana akan kembali melaksanakan OP di Kecamatan Kalianda dan Way Panji. Kemungkinan untuk Kecamatan Palas juga akan dilaksanakan OP. Tapi, menunggu keputusan Pemkab Lamsel," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR