BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandar Lampung bersiap menggelar musyawarah cabang ke-6 pada 3 Juli 2019 mendatang. Agenda yang dirancang pemilihan ketua umum (Ketum) periode 2019-2022 itu diharapkan bisa mendapatkan pemimpin yang memiliki visi untuk menumbuhkan wirausaha muda ditengah era digital.

Ketua Pelaksana Muscab Hipmi Bandar Lampung, Rezki Wirmandi menjelaskan pihaknya tengah mempersiapkan muscab untuk memilih ketum periode 2019-2022. Bertajuk Menumbuhkan Wirausaha Muda Dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0, kegiatan itu membuka peluang bagi seluruh anggota menjadi ketum. Untuk mencari kandidat terbaik, pihaknya membuka pendaftaran untuk seluruh anggota yang memenuhi ketentuan dan syarat guna mencalonkan diri sebagai calon ketum. Pendaftaran dilakukan di Hotel Sheraton selama 3 hari mulai 17 Juni.



"Bagi peserta akan diberikan waktu kampanye sejak pendaftaran hingga sehari sebelum pemilihan, yaitu 2 Juli," kata Rezki kepada Lampung Post, Minggu (16/6/2019). Sementara itu, Ketum BPC Hipmi, Dafryan Anggara mengatakan sosok penerus kepemimpinannya kedepan diharapkan bisa merangkul pengusaha muda dan pemula untuk membesarkan usahanya. Terlebih, saat ini dunia industri tengah menyongsong revolusi industri 4.0. Sehingga ketua baru bisa membimbing pengusaha muda untuk bisa menghadapi tantangan di era digital.

Menurutnya, revolusi industri 4.0 merupakan era digitalisasi. Dimana seluruh kegiatan bisnis akan berhubungan secara langsung atau tidak langsung secara digital dan terkoneksi dengan internet. Artinya media pemasaran tidak lagi dilakukan secara konvensional. Untuk menghadapi itu, Hipmi ingin bisa merangkul pengusaha muda. Menurutnya ketum yang dipilih seluruh anggota diharapkan memiliki visi yang bisa memberikan warna kepada Hipmi agar bisa berkembang menjadi organisasi yang lebih baik, merangsang pengusaha pemula untuk membesarkan usahanya.  "Hipmi yang menjadi organisasi profesi pengusaha yang mayoritas anggotanya anak muda, ingin lebih berperan dalam mengembangkan ekonomi kreatif," ujarnya.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR