BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sivitas akademika Darmajaya sepakat menolak radikalisme. Guna membentengi warga kampus dari paham radikal, kampus menggelar kegiatan kerohanian bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan.

“Dengan kultur agama yang kuat, kami menjamin tidak ada warga kampus yang terlibat radikalisme dan terorisme yang marak belakangan ini,” kata Rektor Darmajaya Firmansyah Y. Alfian, Minggu (8/7/2018).



Pihaknya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama kaum muda Lampung, dan Indonesia umumnya, bahwa terorisme tidak terkait dengan agama apa pun. “Terorisme terjadi karena pemahaman yang salah tentang agama serta kebinekaan,” kata dia.

Guna menghindari masuknya radikalisme dan terorisme, beberapa waktu lalu Darmajaya menggelar workshop dan  lomba video pendek BNPT dengan tema “Menjadi Indonesia”.

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda dalam mencegah berkembangnya radikalisme dan terorisme.

Hadir dalam kegiatan itu,  aktris Prisia Nasution, penulis skenario Swastika Nohara, tim Eagle Institute Metro TV Besti Virgiyanti.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR