KRUI (Lampost.co)--Untuk menjaga agar mobil ukuran besar tidak lewat jalan darurat (jalan pasir) di Jalinpanbar pantai Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat,  yang dapat menyebabkan kerusakan dan macetnya arus kendaraan di lokasi itu, pemerintah memasang portal plang pembatas ruas jalan di dua arah jalan.

Pemantauan Lampost, di lokasi, Selasa (13/2/2018), pada dua arah  masuk, jalan darurat tersebut telah dipasang portal plang besi, baik dari arah Pasar Krui menuju Bandar Lampung dan dari arah sebaliknya. Terlihat juga masyarakat setempat yang turut mengatur arus kendaraan yang lewat lokasi itu. 
Seorang warga setempat turut mengatur arus lalu lintas kendaraan di tempat itu, Pinnur mengatakan portal tersebut dipasang  dari sekitar 15 hari lalu. 
"Tujuannya memang untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan yang lewat lokasi ini. Namanya kondisi jalan seperti ini, kita tahu sendiri kadang ada mobil besar seperti fuso dengan kapasitas 25 ton  tetap memaksa lewat di sini, seperti dari Bengkulu ke Jakarta.  Kami sudah ingatkan akan resikonya,  tetapi kalau mereka tetap mau lewat sini ya resikonya mereka yang tanggung sendiri,  misalnya macet atau kepater  di jalan darurat pantai ini. Tetapi alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kendala.  Kami disinikan diberdayakan PU (Kementrian PUPera /Pelaksana Jalan nasional Jalinpanbar ( pesisir barat-red),  memang engggak ada honor dari pihak PU, jadi sukarela dari para pemilik kendaraan yang lewat di sini saja, gak memaksa," kata Pinnur.
Kata Pinnur, ada delapan orang warga di tempat itu yang memang diberdayakan Pemerintah dalam hal ini PJN bekerja mengatur lalu lintas kendaraan, sejak 23 Januari 2018. Namun demikian meski informasinya akan ada pembangunan jalan yang putus di tempat itu ditahun 2018, tapi pelaksanaannya belum berjalan. 
"Memang belum ada gambaran kapan dilaksanakan pembangunan jalan ini.  Mungkin karena masih Februari, tetapi tadi sudah dilakukan pengukuran di lokasi jalan putus ini yang melibatkan dua orang warga kami di sini," kata dia. 
Kasatlantas Polres Lampung Barat, AKP Agustinus, saat dihubungi Lampost.co, Selasa (13/2/2016), mengatakan sesuai arahan dari kementrian untuk merawat jalan darurat tersebut, maka diputuskan membuat portal agar mobil-mobil besar tidak lewat lokasi itu.



"Takutnya pertama,  mobil besar itu masuk ke laut, kedua jalan darurat yang dibuat untuk mobil mobil kecil tersebut,  hancur lagi,  maka dibuatlah portal. Kami hanya mengontrol, patroli. Untuk mereka yang jaga disitu dari Kementrian yang menyetting, untuk buka tutupnya gantian lewat lokasi itu, yang ngatur dari pihak P2JN, pak Rolli, " kata Kasatlantas.  
Agustinus mengimbau agar kendaraan ukuran besar dengan muatan yang berat seperti fuso dan bus besar antar provinsi, tidak melewati jalan darurat di lokasi tersebut. 

PENULIS

Yon Fisoma

TAGS


KOMENTAR