BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum Pada Kejaksaan Tinggi Lampung, menuntut terdakwa Romi Erwin Saputra (22) Warga Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, dengan pidana penjara selama 2,5 tahun penjara lantaran melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo melalui akun Facebook milik terdakw pada 22 Juli 2018 silam.

Jaksa Agus Priambodo mengatakan terdakwa telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana pasal 45 A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang undang RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.



Jaksa Agus Priambodo, meyebutkan jika perbuatan yang dilakukan terdakwa telah memenuhi unsur tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan.

"Menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu terhadap terdakwa  Romi Erwin Saputra, dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan, menjatuhkan pidana denda Rp1 miliar subsider 3 bulan," terhadap terdakwa.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa dengan cara, pada Minggu 22 Juli 2018 sekitar pukul 20.00 Wib saksi M.Dana Apriwinta dan Saksi Mangihit Madina Silaban, melakukan Cyber patroli melalui jejaring sosial Facebook, kemudian pada akun atas nama terdakwa di group jual beli Hp Bandar Lampung dan sekitarnya, terdakwa memajang foto presiden Jokowi berikut dengan kata kata yang bertuliskan kebencian : "Jokowi anjing cuma mementingkan daerah Jakarta coba penting ini wilayah Lampung biar nggak pada tolol semua, orang Lampung pada tolol gede bacot aja, coba dulu pilih Prabowo pasti berjaya," tulisnya diakun FB yang diposting pada 21 Juli 2018 sekitar pukul 20.14 Wib.

Dalam dakwaan Jaksa menyebutkan Berdasarkan keterangan ahli dari Universitas Darmajaya mengatakan siapa saja yang memilik akun media sosial harus bertanggung jawab atas isi akun tersebut.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR