METRO (Lampost.co)--Pasca terjadinya musibah kebakaran pasar penampungan di Pasar Cendrawasih Metro pada Jumat (13/4) lalu, Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro (HPKLM) lakukan pendataan para pedagang yang terkena musibah.

Pendataan yang dilakukan dengan mengisi formulir itu dilakukan untuk mengetahui data kerugian baik barang maupun los/toko para pedagang yang terbakar pada musibah di pagi buta tersebut.



Salah seorang pedagang yang terkena musibah kebakaran yang juga merupakan anggota HPKLM, Yanto, kepada Lampost.co, Rabu (18/4/2018) menjelaskan, pasca musibah kebakaran yang meluluhlantakkan sebagian los pasar penampungan Pasar Cendrawasih Metro, para pedagang bukan hanya membersihkan eks lokasi yang terbakar saja, tetapi juga diminta mengisi formulir pandataan mengenai kerugian yang mereka alami seperti prosentase barang dagangan dan los yang ikut terbakar. Pedagang yang terkena musibah tercatat lebih dari 100 orang.

Sebagian dari pedagang pada saat kejadian, ada yang berhasil menyelamatkan seluruh barang dagangannya, ada juga yang hanya  sebagian, bahkan ada yang sama sekali tidak bisa diselamatkan. Barang-barang dagangan yang tak bisa diselamatkan oleh sejumlah pedagang diantaranya kacamata, asesoris, tas, sepatu, sandal, pakaian, jilbab, dan lain-lain. Akibatnya kerugian yang dialami sejumlah padang tersebut mencapai puluhan juta bahkan ada yang mencapai Rp100 juta lebih. 
“Adik saya sendiri dagangannya berupa kacamata, asesoris, tas wanita ludes semua enggak bisa diselamatkan, kerugian yang dialami adik saya itu mencapai Rp80 juta lebih,” kata Yanto.
Karena itulah, ujar dia, usai kebakaran HPKLM kemudian melakukan pendataan tersebut. Hasil pendataan itu selanjutnya akan disampaikan ke pihak terkait dengan harapan untuk mendapatkan bantuan guna meringankan beban para pedagang yang terkena musibah.

Ditambahkan juga oleh Yanto, pasca kebakaran tersebut pihak Pemkot Metro melalui dinas terkait sudah pernah menyampaikan bantuan berupa beras, gula pasir dan minyak makan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR