BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kecintaan Bahir Bin Hi Maderi (67), warga Perumahan Nunyai Permai, Rajabasa Raya, Bandar Lampung pada sejarah dan NKRI patut mendapat apresiasi.

Pria kelahiran tahun 1950an itu secara telaten menyimpan uang lama atau mata uang pertama NKRI yang memiliki nilai sejarah tinggi. Uang itu disimpan bukan untuk kepentingannya pribadi. Melainkan untuk mengingatkan dan menanamkan nilai-nilai kepada anak cucunya akan sejarah NKRI.



Dua pecahan mata uang itu saat Indonesia masih berbentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Keduanya yakni uang kertas bergambar Ibu Kartini senilai Rp5 dan satu lembar uang bergambar tiga dimensi Presiden pertama Ir. Soekarno senilai Rp10.

Mata uang kesayangannya itu dihibahkannya kepada Museum Lampung. Atas keikhlasannya itu pun Museum Lampung memberikan penghargaan kepadanya.

"Saya mendapatkan penghargaan dari Musium Lampung," ujar juru parkir itu saat berkunjung ke kantor redaksi Lampung Post, Senin (18/12/2018).

Dalam piagam penghargaan yang telah dibingkai itu tertulis pengharhaan itu diberika  atas partisipasi dan peran sertanya terhadap Pemprov Lampung yang telah menghibahkan benda koleksi berupa dua buah Mata Uang Kertas Indonesia Serikat (RIS) bergambar ibu Kartini nilai Rp5 dan satu lembar uang gambar Presiden Soekarno tiga dimensi senilai Rp10.

"Penghargaan diberikan Kepala UPTD Museum Negeri Lampung Zuraida Kherustika pada 6 Agustua 2018 lalu. Saya ingin penghargaan ini dikorankan agar menjadi sejarah dan contoh pentingnya menjaga sejarah Republik Indonesia. Jangan pernah melupakan sejarah," ujar Bahir yang juga pengagum Presiden Soekarno itu.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Lampung yang telah menghargai rasa kecintaanya pada barang-barang bernilai sejarah, diantaranya pecahan uang saat NKRI masih berbentuk Republik Indonesia Serikat.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR