BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menegaskan dia menolak jika menjadi calon wakil gubernur (cawagub) dalam pemilihan gubernur (pilgub) serentak 2018. Menurutnya, dia harus dibawa PDI Perjuangan sebagai calon nomor satu atau gubernur.
"Jika nantinya perintah DPP PDI Perjuangan (menjadi cawagub, red), saya tegas akan menolaknya. Saya nyalon nomor satu, gak ada nomor dua. Kalau nomor dua, sudah banyak yang mau lamar saya ngapain," kata Herman kepada awak media di rumah dinasnya, Selasa (10/10/2017).
Jika jadi maju melangkah sebagai calon gubernur, Herman juga telah menyiapkan pengajuan cuti sebagai wali kota. "Ya kalau nyalon pasti cuti, karena masih satu wilayah. Kalau nyebrang misalnya dari Palembang mau ke Bandar Lampung baru dia harus berhenti," pungkasnya.
Sebelumnya, Herman digadang-gadang bersama petahana Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menjadi salah satu poros baru dalam Pilgub 2018. Bahkan sejumlah elemen masyarakat mengapresiasi munculnya poros baru dengan bersatunya dua kekuatan. Sebab dari hasil sejumlah survei dari salah satu Lembaga Survei Rakata Institute, medio Agustus 2017 menyebut elektabilitas calon gubernur dari NasDem, Mustafa, sebesar 18,63%, disusul calon petahana M Ridho Ficardo (17,33%), Herman HN (17%), dan Arinal Djunaidi 13,17%.
Popularitas calon petahana masih tertinggi yakni 91,33%, disusul Herman HN (71%), dan Mustafa (67,3%). Juga untuk akseptabilitas Ridho Ficardo mendapat 62,83%, Herman HN 49,67%, dan Mustafa 44,83%.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan calon gubernur dari PDIP untuk maju pada Pemilihan Gubernur Serentak 2018 di sejumlah provinsi akan diumumkan 15 Oktober 2017. "Mulai pengumuman 15 Oktober, mulai dari Jatim dulu," kata Hasto saat acara Konsolidasi Organisasi Internal Partai di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemarin. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR