BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wali Kota Bandar Lampung Herman HN sidak ke sekolah SDN 2 Rawa Laut, Pahoman, Jumat (10/8/2018). Dia sengaja datang saat sekolah mengumpulkan seluruh wali murid rapat Olimpiade Sains Nasional (OSN), agar bisa bertanya langsung soal dugaan pungli.

Sidak Herman HN itu karena dia mendapat informasi siswa di sekolah dasar itu wajib membeli buku. Padahal seharusnya gratis.



Agar para wali murid berkata jujur, sambil menanya wali murid bayar berapa masuk sekolah itu, Herman berbohong dan mengaku dirinya menerima setoran dari kepala sekolah.

"Kepala sekolah setor ke saya Rp5 juta. Ayo ngaku saja jangan bohong, siapa yang sekolah disini bayar," kata Herman HN.

Entah jujur atau tidak, nampaknya wali murid tidak terpancing. Mereka kompak mengaku tidak bayar sepeserpun

Herman HN pun mengajukan pertanyaan selanjutnya. Dia menanyakan siapa yang diminta nebus buku. Padahal buku gratis.
"Jujur, bohong dosa. Saya tahu ini penyakit lama, jadi jangan coba bohongi saya," kata Herman.

Karena tak ada yang mau mengaku dihadapan umum, wali kota meminta para orang tua siswa melaporkan ke dirinya jika ada yang dimintai uang sekolah di sd tersebut. "Tidak ada yang namanya masuk sekolah bayar, buku bayar tidak ada, karena ada dana BOS," kata dia.

Dia mengancam akan memecat kepala sekolah yang ketahuan melakukan pungli. "Kalau sampai ketahuan saya pecat kepala sekolah dan gurunya," kata dia.

Terpisah Kepala SD Negeri 2 Rawa Laut, Joko Purwanto, menegaskan disekolahnya tidak ada pungutan dalam bentuk apapun dan karena alasan apapun apapun. Bahkan dia siap dipecat jika terbukti. "Saya siap menanggung resikonya kalau memang saya salah," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR