BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta jajarannya mengawasi ketat tapping box yang akan dipasang di restoran/rumah makan, tempat hiburan, dan hotel agar tidak dimatikan oleh oknum pengusaha nakal.

Melalui kerjasama dengan Bank Lampung, pemkot akan mendapat 400 unit tapping box. 200 akan dipasang tahun ini, sisanya tahun depan.



Wali Kota meminta kepala BPPPRD, inspektorat, dan para camat mengawasi agar alat itu tidak dimatikan oleh oknum pengusaha di jam jam sibuk.

"Pengusaha ini bukan wajib pajak tapi wajib pungut, yang bayar pajak itu masyarakat, tapi tidak disetorkan oleh pengusaha ini. Tolong di cek benar jam jam sibuk itu jangan sampai mati, bila perlu tempel genzet jadi tidak ada alasan kalau mati lampu," kata Wali Kota.

Kepada para camat, dia meminta awasi benar, dan sering-sering mengontrol masuk ke tempat perushaaan yang dipasang alat itu.

"Gak makan gak papa lah, minum teh saja, sambil ngelirik taping box nya pada jam jam sibuk. Tolong pak Yanuardi (Kepala BPPRD) ya, saya juga minta inspektorat awasi," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR