JEMBER (Lampost.co)--Masyarakat Jember menyambut kampanye yang digelar Caleg NasDem Lathifa M. Al Anshori di Kecamatan Bangsalsari, Jember, yang mengkampanyekan bahaya stunting akibat pernikahan anak, salah satu permasalahan sosial yang kerap terjadi di Jember. 

Caleg DPR RI nomor urut dua ini menjabarkan mega tren Indonesia di masa depan, Indonesia akan menjadi negara terbesar ke empat di dunia pada tahun 2045. Lathifa mengajak masyarakat di dapilnya untuk tidak ketinggalan. “Jika generasi yang lahir sekarang sehat dan prima, tidak kena stunting, maka ketika Indonesia menjadi negara maju, generasi kita adalah generasi yang premium dan tidak ketinggalan jaman,” jelas Lathifa kepada konstituennya yang mayoritas perempuan. 



Pada kesempatan sama, Lathifa mengkampanyekan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang menjadi program unggulan Calon Presiden Joko Widodo yang mendapatkan respon positif masyarakat. Bahkan, seorang Ibu menjadi antusias dengan kehadiran KIP Kuliah ini dan mengakui pernah melakukan pernikahan anak. “Saya suruh anak saya ini menikah umur 15 tahun karena saya tidak kuat untuk bayarin anak saya kuliah. Daripada biaya mahal. Tapi kalau ada KIP Kuliah ini, saya bisa kuliahin anak saya,” ujar seorang ibu berkomentar seperti rilis yanh diterima Lampost.co, Senin (11/3/2019). 

Jumlah pernikahan anak di Jember kerap meningkat setiap tahunnya. Dari data Pengadilan Agama Jember, ada 168 kasus permohonan dispensasi pernikahan di bawah umur pada tahun 2018. Angka ini naik dari 111 permohonan di tahun 2017. Gayung bersambut, Lathifa berharap program Joko Widodo - KH. Ma’ruf Amin yang didukung Partai NasDem ini dapat menyelamatkan generasi-generasi muda Jember dari pernikahan anak. 
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR