GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Belum sempat menyelesaikan transaksi jual-beli senjata api rakitan di Lampung Tengah, warga Lampung Timur dibekuk Satuan Reserse Polsek Punggur. Tidak hanya kehilangan senjatanya, Si Bolang terancam 12 tahun penjara.

Kapolsek Punggur AKP Asril, Rabu (6/2/2019), mengatakan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi jual-beli senpi rakitan di Kampung Sritejo Kencono, Kecamatan Kotagajah, Lamteng, pada Selasa (5/2/2019).



Menindaklanjuti informasi tersebut, Satuan Reserse Polsek Punggur segera menuju lokasi dan mendapati seseorang yang gerak-geriknya mencurigakan. Polisi menggeledah tersangka yang mengaku bernama Ujang dan biasa dipanggil Bolang itu, tetapi tidak menemukan senjata api. Setelah diinterogasi, Bolang menunjukkan tempat menyembunyikan senpi rakitan warna perak bergagang kayu warna cokelat dan dua butir peluru.

"Tersangka menunjukkan lokasi senpi di rerumputan, sekitar 1 meter dari tempat mereka berdiri," terang Kapolsek kepada lampost.co

Saat ini, tersangka yang merupakan warga Dusun II Kampung Trisnomulyo, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, itu ditahan bersama barang bukti berupa sepucuk senpi rakitan dan dua butir amunisi.

Tersangka dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya, atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyembunyikan sesuatu berupa senjata api, dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Ada barang bukti, Kanit Serse segera membawa tersangka dan barang bukti ke Mapolsek," kata Kapolsek mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma Jemy.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR