LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 20 June
6219

Tags

LAMPUNG POST | Hendak Mudik Dibegal
D. Widodo, wartawan Lampung Post. Lampost.co

Hendak Mudik Dibegal

DUA mahasiswi yang hendak mudik dibegal saat melintasi jalan lintas Tengah Sumatera, Desa Bandarputih, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Minggu (18/6/2017), sekitar pukul 07.00.
Akibat kejadian itu, salah seorang korban luka-luka. Dua pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban. Niat mudik ke Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pun terpaksa terhenti di rumah sakit. Sepenggal berita itu membuat miris. Miris karena niat korban untuk bersilaturahmi dan bergembira bersama keluarga di kampung halaman berubah menjadi cerita duka.
Sepekan sebelumnya juga terjadi kasus pembegalan di Lampura. Korban dibegal tiga pemuda dan ditembak. Sebutir peluru bersarang di pinggang bagian kanan. Hingga kemarin korban masih dirawat di rumah sakit.
Menjelang Lebaran, aksi kriminalitas marak terjadi di Lampung. Perampokan, begal sepeda motor, dan pembunuhan. Terakhir, pada Minggu (18/6), ada penemuan dua mayat tidak dikenal di Panjang dan Telukbetung Selatan. Maraknya kejahatan menjelang Lebaran kembali mengingatkan kita pada pesan orang tua dulu: "Hati-hati, sekarang mau Lebaran banyak kejahatan, banyak maling berkeliaran."
Pesan itu disampaikan orang tua sejak puluhan tahun silam. Biasanya menjelang Lebaran, banyak yang terdesak kebutuhan. Untuk membeli pakaian baru, menyiapkan makanan enak, dan keperluan lain. Para pegawai negeri atau pekerja kantoran mungkin bisa menanggung biaya melalui tunjangan Hari Raya atau bingkisan lain. Soal cukup atau tidak cukup, ya tinggal dari mana melihatnya. Sebab, kalau mau dituruti semua kebutuhan manusia tidak ada cukupnya.
Pegawai bisa menanggulangi biaya Lebaran dengan THR. Petani dan peternak bisa mempersiapkan masa panen disesuaikan dengan hari-H Lebaran. Pedagang juga bisa mempersiapkan Lebaran jauh-jauh hari dengan menyisihkan sebagian keuntungan.
Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap? Ada di antara mereka yang mau bekerja apa saja asalkan bisa mendapat penghasilan yang halal. Kerja apa saja dilakoni, mau jadi buruh panggul, buruh panen, atau tukang sampah. Asalkan halal. Tetapi ada juga yang memilih jalan pintas dengan menjadi kriminal. Pihak yang menjadi korban adalah masyarakat yang hendak bersukacita menyambut Lebaran. Sudahlah harta bendanya dirampas, masih pula tubuhnya dianiaya.
Ujaran lama "kalau mau Lebaran banyak kejahatan" inilah yang menjadi tugas terberat aparat keamanan setiap menjelang Lebaran, yakni menciptakan keamanan dan rasa aman kepada para pemudik yang ingin bersilaturahmi bersama sanak saudara di kampung halaman.
Tetapi bukan hanya pemudik. Masyarakat juga ingin mendapat jaminan serupa, yakni keamanan dan rasa aman, di tempat tinggal masing-masing. Semua orang pastilah ingin merayakan Lebaran dalam suasana penuh sukacita. Janganlah sampai suasana sukacita itu berubah menjadi duka. 

LAMPUNG POST
TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv