LIWA (Lampost.co) -- Kepala BKD Lambar Ismet Inoni, Rabu (18/4/2018), mengingatkan kepada masyarakat Lampung Barat agar berhati-hati karena saat ini aksi penipuan mengatasnamakan dirinya dengan modus untuk diterima menjadi CPNS mulai marak.

Karena itu masyarakat maupun tenaga honor yang ada agar berhati-hati dan jangan sampai menjadi korban aksi penipuan. "Belakangan ini banyak orang menipu dengan kedok diterima menjadi CPNS dengan mengatasnamakan saya selaku kepala BKD dan itu adalah penipuan," kata dia.



Hal itu disampaikanya dengan alasan dalam minggu ini, dirinya telah ditemui dua orang pria yang mempertanyakan kebenaran informasi tentang informasi tenaga honor telah diterima atau diangkat menjadi CPNS. Karena itu diminta untuk membayar guna kepengurusan berkas.

Selain dua pria itu, kata dia, ia juga pernah ditelpon seorang guru honor di wilayah Bandarnegeri Suoh yang juga mempertanyakan dan menyampaikan, bahwa dirinya telah mentransfer uang sebesar Rp10,7 juta kepada rekening orang yang pernah menghubunginya dengan alasan untuk keperluan pemberkasan sebagai CPNS.

"Kalau yang dua orang itu nemuin saya dulu dan belum sempat transfer tapi kalau yang di Bandarnegeri Suoh itu sudah transfer," kata dia.

Berdasarkan pengakuan guru honor dari Bandarnegeri Suoh yang bernama Neneng itu, kata dia, kronologisnya awalnya ia dihubungi seseorang atas nama kepala BKD Ismet Inoni. Orang itu menyampaikan bahwa ia diterima sebagai CPNS karena itu diminta untuk pemberkasan ke BKD yang memerlukan dana Rp10,7 juta dan dana itu diminta untuk ditransfer secepatnya.

Bahkan menurutnya, ia sempat disuruh datang menghadap ke BKD untuk keperluan pemberkasan tapi di perjalanan tiba-tiba diminta untuk ditunda karena sedang ada urusan diluar.

Karena penasaran, ia lalu meminta nomor HP kepala BKD kepada anggota DPRD setempat namun saat dicocokan ternyata nomornya berbeda.

Karena itu kata dia, apabila mendapat informasi tentang penerimaan CPNS maka harus cari tahu lebih dulu sebab proses penerimaan CPNS itu tidak mudah. "Jangan sampai menjadi korban aksi penipuan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR