Jakarta (Lampost.co) -- Menurut studi baru dari Binghamton University, kurang tidur dapat meningkatkan risiko efek jangka panjang yang lebih serius terhadap kesehatan mental. Tidur kurang dari delapan jam semalam dikaitkan dengan pikiran yang mengganggu dan berulang, sama dengan yang terjadi pada gangguan kecemasan dan depresi.

Tidur yang terganggu menyebabkan kecenderungan hadirnya pikiran negatif. Bagi orang-orang yang cenderung cemas atau depresi, jadwal tidur yang lebih teratur perlu dipertimbangkan.

Orang yang memiliki kecemasan berlebih cenderung mengalami masalah tidur karena otak berputar akibat pikiran negatif.

Tidur yang kurang dari delapan jam dapat mengurangi jumlah tidur REM (rapid eye movement). Ini adalah saat dimana Anda biasanya bermimpi, tapi juga saat otak Anda sibuk dengan tugas seperti konsolidasi memori dan membersihkan pikiran yang tidak perlu.

Apabila Anda tidak memiliki penyebab medis yang mendasari waktu tidur yang sedikit, hindari menatap layar digital setidaknya satu jam sebelum tidur. Sebab, cahaya biru yang dipancarkannya bisa mengganggu melatonin, hormon yang membantu Anda tertidur.

Cara lain untuk dapat tidur nyenyak adalah dengan menetapkan waktu tidur dan bangun yang teratur, bahkan di akhir pekan atau hari libur Anda. Ini bisa membuat otak dan tubuh terbiasa tidur nyenyak.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR